20 Maret 2008

RESUME BERITA NASIONAL 20 MARET 2008

PEMERINTAH TAK AKAN NAIKAN HARGA BBM
Sumber : Liputan6 – 20 Maret 2008

Jakarta:
Pemerintah masih bertahan tak akan menaikkan harga bahan bakar minyak untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seiring tingginya harga minyak dunia saat ini. Pemerintah tetap dengan kebijakan semula yaitu menghemat penggunaan bahan bakar bersubsidi. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (19/3).

Sri Mulyani mengatakan pemerintah belum berencana menaikkan harga minyak dalam negeri. Subsidi BBM yang terus membengkak hingga mencapai lebih dari Rp 150 triliun memaksa pemerintah melakukan penghematan besar-besaran di berbagai sektor untuk menyelamatkan APBN.

****

PERTAMAX NAIK TERUS, PREMIUM JADI PILIHAN
Sumber : Liputan6 – 19 Maret 2008

Jakarta:
Para pengguna pertamax saat ini mulai beralih ke premium. Seperti yang terlihat di stasiun pengisian bahan bakar umum di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (19/3), mobil-mobil yang biasanya mengisi bahan bakar minyak jenis pertamax justru membeli premium karena harganya lebih murah lantaran disubsidi.

Mulai banyaknya pemilik kendaraan beralih ke premium dibenarkan pengelola pom bensin. Tingginya harga minyak internasional yang memicu penggunaan BBM subsidi makin besar tidak dapat dihindari. Harga pertamax saat ini mencapai Rp 8.100 per liter. Sedangkan premium hanya sebesar Rp 4.500 per liter.

Pemerintah masih mencoba bertahan tidak menaikkan BBM kendati minyak mentah dunia makin tinggi serta mengerogoti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meski demikian, sudah ada warna lain dari pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Kita lihat perkembangan. Semuanya dengan asumsi, tidak bisa mempunyai suatu pegangan yang betul-betul, karena ini faktor di luar yang menentukan," kata Wapres Kalla. Sementara Komisi Anggaran DPR sebelumnya menyatakan tidak keberatan bila BBM naik .

****

Belasan Ton BBM Bersubsidi Disita Polisi
Sumber : Liputan6 – 19 Maret 2008

Sukabumi:
Sebuah truk tangki yang ditinggalkan sopirnya disita personel Kepolisian Resor Kota Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini. Setelah diperiksa, ternyata truk tangki itu berisi belasan ton bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Polisi juga menangkap seorang pengoplos minyak tanah dan solar. Namun, pelaku lainnya berhasil lolos setelah meninggalkan truk tangki.

Menurut polisi, modus operandi yang digunakan para tersangka adalah membeli BBM. Setelah itu minyak tanah tersebut tidak langsung dijual, melainkan ditampung terlebih dahulu di rumahnya. Barulah setelah itu, BBM tersebut dijual kembali kepada kalangan industri.

****

MINYAK TANAH NON-SUBSIDI MULAI DIJUAL DI SPBU
Sumber : Metro TV – 18 Maret 2008

Jakarta:
Mulai 1 Mei, masyarakat tidak akan menemukan minyak tanah dijual bebas dan dengan harga subsidi, Rp 4.000 per liter. Karena mulai bulan depan, masyarakat harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan satu liter minyak yaitu Rp 8.300 per liter. Minyak tanah non-subsidi ini juga hanya bisa dibeli di SPBU tertentu. Ironisnya, masyarakat masih belum banyak yang mengetahui tentang dijualnya kemasan minyak tanah di SPBU.

Menurut pantauan Metro TV di sejumlah SPBU, harga minyak tanah ternyata dijual lebih mahal. Seperti di SPBU Prof. Latumenten, Angke, Jakarta Barat dan SPBU Kiai Haji Mas Mansyur. Di SPBU tersebut dijual minyak tanah seharga Rp 43 ribu per jerigen kemasan liter. Sehingga untuk satu liter minyak tanah dijual seharga Rp 8.600 per liter.

Selama pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas, PT Pertamina telah menarik sekitar 2.500 kilo liter minyak tanah perhari dari rata-rata pemakaian 3.000 kilo liter.

****

DPR Usulkan Minyak RI USD 90-95
Sumber : Okezone – 19 Maret 2008

JAKARTA ;
Komisi VII DPR mengusulkan perubahan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada kisaran harga USD90-95 per barel.

Hal ini, didasari oleh kenaikan harga minyak hingga di atas USD100 per barel. Sebelumnya, disepakati ICP sebesar USD85 per barel.

Menurut Ketua Komisi VII DPR RI Airlangga Hartarto, perubahan ini karena kondisi pasar minyak dunia terus yang meningkat harganya.

"Harga minyak dunia di pasaran saat ini terus melonjak," ujar dia dalam rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro bererta jajarannya, di Gedung MPR DPR,? Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2008) dini hari.

Menanggapi hal tersebut, Purnomo mengatakan pihaknya belum mengajukan usulan itu kepada menteri keuangan. Sementara, untuk BBM subsidi Pertamina disepakati 9-9,5 persen. Sedangkan untuk subsidi listrik belum ada kesepakatan.

****

Gunakan MOPS 9 - 9,5%, Laba Pertamina Seret
Sumber : Okezone - 19 Maret 2008

JAKARTA :
PT Pertamina (Persero) tidak akan menerima laba atas distribusi minyak bersubsidi, jika harga jual BBM bersubsidi Pertamina menggunakan patokan 9-9,5 persen di atas rata-rata harga minyak di Singapura (mean of platts Singapore/MOPS). Pertamina baru bisa untuk jika melakukan efisiensi besar-besaran.

Seperti diketahui, dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro bererta jajarannya, anggota Dewan? mengusulkan harga jual BBM bersubsidi pada MOPS plus 9-9,5 persen.

"Kami tidak keberatan dengan usulan DPR. Tapi kami tidak mungkin bisa mendapat laba dari distribusi minyak bersubsidi ini," kata Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan, dalam rapat kerja tersebut, di Gedung MPR DPR,? Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2008) dini hari.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR dari FPDIP Effendi Simbolon mengatakan, meskipun Pertamina tidak memiliki margin, Pertamina harus menjamin tidak ada kelangkaan BBM dan harus dapat melakukan efisiensi agar laba dapat diperoleh dari penyaluran BBM PSO tersebut.

****

Krisis BBM
Sumber : Okezone – 19 Maret 2008

Semakin merosotnya produksi minyak dalam negeri, ditambah naiknya harga minyak dunia, telah memaksa terjadinya krisis bahan bakar minyak (BBM) di negeri ini. Kondisi itu sangat memprihatinkan dan telah memasuki titik yang amat krusial, berupa kenaikan harga bahan pokok, bahkan sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) gulung tikar.

Akibat kenaikan harga-harga bahan pokok itu, perekonomian nasional 2008 tidak akan mengalami pertumbuhan signifikan, bahkan diprediksi akan stagnan. Yang amat memprihatinkan atas naiknya harga bahan pokok itu, menurut hasil penelitian Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI), dalam rentang dua bulan ini saja telah menambah angka pengangguran sebanyak 7.000 orang dan orang miskin baru bertambah 110.000 jiwa.

Hasil penelitian itu bisa dijadikan parameter ''terendah'' bagi pemerintah untuk melakukan introspeksi karena angka pengangguran dan orang miskin baru yang sebenarnya bisa jauh lebih besar daripada apa yang terlihat di permukaan. Ironisnya, krisis BBM yang sudah sangat krusial ini oleh pemerintah baru ditanganinya secara parsial. Proyek tambal sulam yang tidak komprehensif ini tentu amat sangat rentan bagi kemungkinan terjadinya krisis susulan, sambung-menyambung menuju kebangkrutan total pada masa depan. Fenomena itu terlihat dari cara pemerintah mengelola krisis bahan bakar minyak. Upaya untuk mencari sumber energi alternatif yang terbarukan masih dipandang sebelah mata, pemerintah tidak fokus dan arah kebijakan politiknya semakin tidak jelas.

Seperti upaya pengembangan biofuel yang berjalan stagnan. Padahal, kini sedikitnya ada 22 pembangkit listrik biofuel. Tidak jelasnya program pemerintah untuk mengembangkan biofuel ini menunjukkan tidak adanya visi yang jelas untuk mengatasi krisis energi pada masa depan. Pemerintah hanya mengejar popularitas sehingga tidak sedikit kebijakan politiknya yang ''hangat-hangat tahi ayam". Proyek pengembangan biofuel merupakan contoh aktual. Pada 2005-2006, misalnya, pemerintah begitu semangat mencanangkan pengembangan biofuel. Banyak pihak mulai terlibat dan menyambut baik upaya pengembangan ini. Sebagian peneliti mulai giat melakukan pengembangan proses produksi, sedangkan pemerintah membuat percontohan tata kelola di berbagai wilayah.

Lebih jauh, pada 2007 para pengusaha membentuk Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi). Yang menggembirakan ternyata lima dari 22 anggota Aprobi sudah memiliki pabrik pengolahan biofuel berkapasitas 1,1 juta ton per tahun. Sayangnya, hingga kini hanya 15% kapasitas yang terpakai karena permintaan dan bahan baku dalam negeri terbatas. Padahal, jika pemerintah memang serius untuk mengatasi krisis energi dengan mengembangkan biofuel Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Secara geografis memungkinkan Indonesia menjadi produsen biofuel besar di dunia.

Sayangnya, ini tidak direspons positif pemerintah. Padahal, dari sekitar 22 industri biofuel, kapasitas totalnya diprediksi mencapai 3,2 juta ton per tahun dengan nilai investasi USD800 juta atau sekitar 7,5 triliun rupiah. Ini jumlah yang amat besar jika bisa dikembangkan dan akan berimplikasi tidak hanya pada pemenuhan energi terbarukan, juga akan memperkuat perekonomian nasional dengan terbukanya lapangan kerja baru berarti mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Ironis, fenomena ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk melakukan penghematan dan juga pengembangan energi masih sebatas wacana. Kebijakan politiknya belum berjalan efektif. Pernah kita mendengar Instruksi Presiden (Inpres) No 10/2005 tentang gerakan hemat energi yang diberlakukan sejak 10 Juli 2005, tetapi realitasnya tidak mampu menjamin langkah penghematan yang memadai. Persoalannya,secara metodologis upaya penghematan yang dilakukan pemerintah sangat lemah dan tidak strategis. Krisis BBM yang memasuki zone krusial karena implikasi bagi terjadinya kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat luas memerlukan manajemen kelola yang bersifat komprehensif, bukan tambal sulam seperti kebijakan pemerintah selama ini.

Pembatasan BBM
Tiadanya visi yang jelas untuk mengatasi krisis energi masa depan dengan program yang terarah selama ini telah membuat pemerintah kehilangan cara untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar negeri (BBM) dalam negeri.Lagi-lagi,ini terjadi karena metode penanganan pemerintah bersifat parsial.Krisis BBM selalu dipandang sebagai akibat krisis energi global.Padahal,krisis yang terjadi di negeri ini lebih disebabkan kebijakan politik yang tidak seirama antara kemampuan produksi dan realitas kebutuhan secara substansial.

Sampai kapan pun,pemerintah tidak akan mampu mengatasi krisis energi/ BBM,kecuali segera mencari sumber energi yang terbarukan dan mereformasi manajemen tata kelola pertransportasian yang karut-marut selama ini. Rencana penjatahan BBM dalam tiga kategori kendaraan bermotor tidak akan berjalan efektif.Berbagai hasil studi menunjukkan kebijakan ini tidak akan mampu menekan laju krisis BBM.Penyimpangan BBM bersubsidi pun tetap akan sulit dikontrol karena banyak pejabat negara bermental korup.

Mengkaji Ulang Subsidi
Yang amat merisaukan dari periode ke periode pemerintahan selama ini selalu disibukkan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena begitu besarnya subsidi,khususnya untuk BBM dan pembangkit listrik yang diprediksi akan lebih besar daripada yang ditetapkan dalam APBN 2008: dari Rp45,8 triliun menjadi Rp116,8 triliun seiring terjadinya kenaikan harga minyak mentah dunia.Begitu pula subsidi untuk pembangkit listrik dari Rp29,8 triliun menjadi Rp54,2 triliun.

Cabut Subsidi BBM
Karena krisis BBM ini memang tidak bisa dimungkiri memiliki kausalitas dengan naiknya harga minyak mentah dunia,banyak kalangan menoleransi pemerintah untuk melakukan berbagai upaya demi tersedianya BBM dalam negeri.Sebagian berpendapat akan lebih realistis jika pemerintah menaikkan harga jual BBM sekitar 10-15% secara bertahap daripada menerapkan kebijakan penjatahan.Tentu saja ini sangat riskan karena secara politik akan menuai protes yang mengganggu stabilitas. Namun,kita tidak bisa membiarkan krisis ini menjadi masalah sosial yang mengancam kontinuitas kehidupan masyarakat dan pembangunan bangsa secara keseluruhan.

Untuk itu, mesti ada pilihan rasional sebagai terobosan baru dengan pertimbangan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Saya mengusulkan agar pemerintah mencabut subsidi BBM, baik untuk kendaraan bermotor maupun listrik.Sekali lagi,alasannya sangat fundamental: selama ini subsidi BBM itu tidak pernah dinikmati masyarakat miskin,tetapi mereka yang menikmati adalah orang kaya,masyarakat kelas menengah secara ekonomi dan para pejabat negara. Jelas ini kebijakan politik yang tidak adil,untuk itu subsidi BBM harus dicabut.



19 Maret 2008

HARGA ENERGI TURUN TAJAM

Sumber : OGJ – 18 Maret 2008

+ Harga energi turun tajam lebih dari US$ 4 pada tanggal 17 Maret untuk kontrak bulan selanjutnya namun masih diatas US$ 105/barel.
+ Analis mengatakan penurunan tajam ini kemungkinan diakibatkan oleh aksi profit taking ataupun repositioning investasi hedge fund namun hal ini tidak berdasarkan pada perubahan fundamental pasar yaitu faktor pasokan dan permintaan.
+ Meski demikian para analis Raymond James menyebutkan bahwa harga komoditas energi mengalami rebound sebagai tindakan antisipasi jika Federal Reserve memotong suku bunga patokannya sebesar 100 basis point.
+ Tanggal 17 Maret di NYMEX, harga kontrak April US light sweet turun US$ 4.53 menjadi US$ 105.68/barel. Untuk kontrak Mei turun US$ 4.51 menjadi US$ 104.23/barel.
+ Di pasar spot AS, minyak WTI turun US$ 4.53 menjadi US$ 105.68/barel. Sedangkan heating oil turun 7.81 sen menjadi US$ 3.07/galon.
+ Kontrak gas alam April turun 76.8 sen menjadi US$ 9.10/MMbtu.
+ Di pasar spot AS, harga gas Henry Hub, Langley turun 27.5 sen menjadi US$ 9.60/MMbtu.
+ Di bursa IPE London, harga kontrak Mei minyak Brent Laut Utara turun US$ 4.45 menjadi US$ 101.75/barel. Sedangkan kontrak gas oil April turun US$ 40.25 menjadi US$ 957.50/ton.
+ Harga minyak OPEC Basket-13 turun US$ 1.47 menjadi US$ 101.41/barel pada tanggal 17 Maret.

RESUME BERITA NASIONAL 19 MARET 2008

SUBSIDI MINYAK TANAH DITARIK BERTAHAP
Sumber : Liputan6 – 18 Maret 2008

Jakarta:
Bagi Anda yang kini masih menggunakan minyak tanah harus bersiap-siap beralih ke bahan bakar elpiji. Bila tidak, Anda akan membeli minyak tanah tanpa subsidi dengan harga sekitar Rp 7.000 per liter. Di Jakarta, program minyak tanah non-subsidi ini dimulai bulan depan dan di daerah lain akan menyusul.

Hal itu pula yang kini dikeluhkan Sutinah. Warga Jakarta ini akhirnya menyerah dan memutuskan untuk menggunakan kompor elpiji ukuran tiga kilogram karena belakangan Sutinah sulit mendapatkan minyak tanah. Apalagi kini dia merasakan bahwa menggunakan kompor elpiji lebih mudah dan cepat.

Kendati demikian, ada yang mengganjal di hati Sutinah karena tidak mendapatkan kartu kendali minyak tanah. Tanpa kartu itu ia memang masih bisa mendapatkan minyak tanah, namun dengan harga non-subsidi yang jauh lebih mahal.

Humas Pertamina, Wisnuntoro mengungkapkan, tidak meratanya pembagian kartu kendali menjadi tanggung jawab Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. Ia hanya berharap program ini berjalan, karena apa pun yang terjadi konversi BBM tidak bisa berhenti.

Pembatasan penggunaan minyak tanah merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi beban anggaran dalam APBN menyusul terus naiknya minyak mentah dunia. Pemerintah diharapkan bisa menghemat Rp 23 triliun dari program ini.

Sementara itu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta kembali menekankan bahwa pemerintah tak akan menaikkan harga BBM, walaupun banyak tekanan untuk menaikkan harga BBM agar defisit APBN tidak terlalu besar. Namun, Paskah tetap memberi kesempatan kepada DPR selaku rekan kerja pemerintah untuk melakukan hak budget.

****

AKHIR APRIL MINYAK TANAH SUBSIDI AKAN DITARIK
Sumber : Liputan6 – 18 Maret 2008

Jakarta:
Para pengguna minyak tanah di daerah program konversi elpiji di Jakarta harus bersiap-siap. Mulai akhir April 2008 minyak tanah bersubsidi akan benar-benar ditarik seluruhnya dari Jakarta. Terkait hal ini, BPH Migas tak akan membagikan kartu kendali di daerah yang menjadi tempat pelaksanakan program konversi minyak tanah ke elpiji.

Bila rencana ini jadi dilakukan maka pengguna minyak tanah di Jakarta harus siap merogoh kocek lebih dalam untuk membeli minyak tanah nonsubsidi karena per liternya berkisar Rp 8.700 hingga Rp 9.000. Penarikan minyak tanah bersubsidi ini secara bertahap akan dilakukan di seluruh Pulau Jawa sepanjang tahun 2008.

****

POLRES KOTA SUKABUMI MENYITA PULUHAN TON BBM SUBSIDI
Sumber : Metro TV – 18 Maret 2008

Sukabumi:
Kepolisian Resor (Polres) Kota Sukabumi menyita sekitar 10 ton BBM bersubsidi yang akan dijual pada pihak industri. Truk pengangkut BBM bersubsidi itu ditemukan di sebuah rumah di kawasan Cibentang, Gunungguruh, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Selain itu, polisi juga menyita belasan drum berisi BBM oplosan yang merupakan pesanan sebuah perusahaan di Kabupaten Sukabumi. Kini, polisi menahan seorang tersangka. Sedangkan tiga tersangka lainnya masih buron.

****

ANTREAN BBM TERJADI DI MANADO
Sumber : Metro TV – 18 Maret 2008

Manado:
Hingga kini antrean kendaraan pembeli bahan bakah minyak terjadi di sejumlah SPBU di Manado, Sulawesi Utara. Antrean terjadi sejak Senin sore kemarin. Puluhan supir kendaraan mengaku terpaksa bermalam di lokasi antrean karena mereka tidak mempunyai pilihan lagi.

Sementara, pemilik SPBU di Manado mengatakan antrean terjadi karena keterlambatan pasokan dari Pertamina. Keterlambatan terjadi karena kapal tanker milik Pertamina yang mengangkut bahan bakar minyak terlambat akibat terhalang cuaca buruk.

****

2009, GILIRAN MINAH JATIM DITARIK
Sumber : Okezone – 17 Maret 2008

JAKARTA :
Setelah peredaran minyak bersubsidi di Jakarta dibabat, tahun depan giliran Jawa Timur (Jatim). Hal ini menyusul selesainya program konversi dari bahan bakar minyak tanah menjadi gas.

"Setelah Jakarta, tinggal Jawa Timur yang akan kita tarik minyak tanah subsidinya," kata Vice President Komunikasi Pertamina Wisnuntoro, di sela peluncuran ViGas, di Jakarta, Senin (17/3/2008).

Dia mengatakan, sedianya program ini juga akan dilakukan di Jawa Tengah. Namun karena terkendala infrastruktur, program belum bisa dilaksanakan bersama.

Seperti diketahui, secara berlahan, Pertamina menarik minyak bersubsidi di Jakarta setelah pembagian tabung gas tiga kilogram. Di pasar, yang ada hanya minyak tanah bukan subsidi yang harganya mencapai Rp8.500 per liter.

****

MINAH BERSUBSIDI DI JABODETABEK DIKURANGI
Sumber : Okezone – 18 Maret 2008

JAKARTA :
Pemerintah akan mengurangi 5 juta kilo liter minyak tanah bersubsidi dari sebelumnya 15 juta kilo liter yang beredar di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Hal ini dilakukan sehubungan dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang akan menghentikan subsidi minyak tanah di daerah itu mulai April mendatang.

"Pengurangan ini diprioritaskan untuk industri, sebab sektor ini justru yang banyak mengkonsumsi minyak tanah," kata Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bapenas Pasakah Suzeta saat Acara MoU Bappenas dengan 16 universitas di katornya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (19/3/2008).

Paskah mengatakan, akibat kenaikan minyak dunia, subsidi BBM melonjak menjadi Rp208 triliun, dari sebelumnya hanya Rp97 triliun. Adapun untuk anggaran APBN sendiri, berasal dari pajak, subsidi minyak, dan dari dividen BUMN. "Cuma, anggaran tersebut tidak nisa mengcover subsidi yang sangat besar," katanya.

Meskipun demikian pemerintah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM hingga pemilihan umum 2009 mendatang berlangsung.

****

PENARIKAN MINAH SUBSIDI JANGAN TERBURU-BURU
Sumber : Okezone – 18 Maret 2008

JAKARTA :
Rencana Pertamina menarik minyak tanah bersubsidi di DKI Jakarta pada Mei 2008 tidak bisa dilakukan, jika evaluasi pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas belum dilakukan.

Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto mengatakan, Pertamina tidak bisa langsung menarik peredaran minyak tanah bersubsidi sebelum program konversi berhasil.

"Jangan ditarik sebelum program konversi itu sukses dan masyarakat sudah menerima kompornya," ujar Airlangga, di Gedung MPR/DPR, Senaya, Jakarta, Rabu (18/3/2008).

Menurut Airlangga, harus ada ukuran yang jelas untuk melakukan penarikan minyak tanah bersubsidi.

"Kalau banyak yang belum memiliki kompor dan elpiji tiga kilogram, lalu minyak tanah sudah hilang di pasaran maka bisa menimbulkan masalah," ungkapnya.

Sampai saat ini, Komisi VII DPR belum mendapat laporan mengenai hasil program konversi minyak tanah ke elpiji. "Jangan dijalankan dahulu sebelum jelas keberhasilannya," ujar Airlangga seraya mengingatkan kembali.


****

PERTAMINA BUTUH USD100 JUTA / HARI
Sumber : Okezone – 18 Maret 2008

JAKARTA :
Kebutuhan PT Pertamina (Persero) akan dolar Amerika (USD) belakangan ini menunjukan tren peningkatan, dibandingkan kebutuhan pada hari biasanya. Sebab, saat ini harga minyak mentah dunia telah mencapai USD110 per barel.

Direktur Utama Pertamina Ari H Soemarno mengatakan, saat ini perusahaan minyak plat merah tersebut membutuhkan mata uang Amerika itu sebesar USD100 juta per hari.

"Dengan harga minyak yang tinggi. Sekarang kebutuhan valas kita meningkat," katanya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (17/3/2008).

Ari menjelaskan, dalam keadaan normal kebutuhan valuta asing perseroan sekira USD60-70 juta per hari. Namun jika harga minyak berada pada kisaran USD100-110 per barel, maka kebutuhan dolar menjadi USD100 juta per hari.

Ari mengungkapkan tahun ini Pertamina merencanakan produksi dari sisi hulu produksi minyak dari lapangan sendiri dan bermitra sebesar 65,72 juta barel, produksi gas 438,05 BSCF (miliar kaki kubik per hari) dan produksi panas bumi 14,86 juta ton.

Sedangkan dari sisi pengolahan minyak mentah, gas, sebesar 335,92 juta barel per hari, produksi bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar khusus (BBK) dan aviasi sebesar 235,10 juta barel per hari dan produksi BBM, gas dan petrokimia sebesar 88,10 juta barel per hari.

Selain untuk hulu dan pengolahan, kata dia, dari sisi pemasaran dan niaga pihaknya merencanakan penjualan BBM bersubsidi sebesar 35.84 juta kilo liter (KL), penjualan BBM nonsubsidi dan industri sebesar 20,99 KL, Penjualan BBK dan aviasi sebesar 3,29 KL, penjualan pelumas 0,36 KL, penjualan produk gas sebesar 4,29 juta KL equivalen oil dan penjualan non BBM dan petrokimia sebesar 9,79 KL equivalen oil.

18 Maret 2008

RESUME BERITA INTERNASIONAL 18 MARET 2008

Harga BBM di Australia tanggal 18 Maret 2008
Sumber : MotorMouth – 18 Maret 2008 (sen AU/liter)

Unleaded :
+ Seluruh Kawasan : 135.8
+ Brisbane : 128.6
+ Sydney : 136.8
+ Melbourne : 136.5
+ Adelaide : 136.6
+ Perth : 138.0

Diesel
+ Seluruh Kawasan : 151.0
+ Brisbane : 142.9
+ Sydney : 151.8
+ Melbourne : 148.6
+ Adelaide : 154.7
+ Perth : 155.2


LPG
+ Seluruh Kawasan : 65.0
+ Brisbane : 67.7
+ Sydney : 65.3
+ Melbourne : 61.4
+ Adelaide : 68.2
+ Perth : 65.7

****

SPBU DIANCAM DENGAN BOM MOLOTOV COCKTAIL
Sumber : New Zealand Herald – 17 Maret 2008

Seorang pria berhenti di SPBU Challenge Service di antara Hills Road dan Avalon Street, kota Christchurch, Selandia Baru sekitar jam 9 Sabtu malam lalu meminta uang kepada satu-satunya pekerja di SPBU tersebut. Pria tersebut mengancam akan meledakkan SPBU dengan botol bir ditangannya lalu mencoba menyalakan api dari pemantik miliknya. Pekerja tersebut menyerahkan uangnya kepada pria tersebut lalu pergi dengan mobil Subaru 4 pintu warna perak.

Kendaraan perampok tersebut ditemukan di area parkir Hotel Caledonia namun terbakar 5 menit kemudian. Polisi telah menanyai sejumlah saksi di dekat SPBU tersebut serta di Hotel Caledonia. Pihak kepolisian pun menanyai siapapun yang telah menemukan botol bir warna coklat ataupun melihat orang dengan pakaian yang mirip perampok tadi di dua lokasi itu.

Insiden ini merupakan yang kedua sebab pada malam sebelumnya seorang pria mengancam meminta uang di Restoran Pizza Hell di Ferry Road sekitar jam 10 malam dengan menyalakan benda sejenis bom molotov cocktail.

OMAN OIL DAN OMAN NATIONAL TRANSPORT COMPANY MENANDATANGANI KESEPAKATAN 5 TAHUN

Sumber : Zawya – 18 Maret 2008

Muscat :
Oman Oil Marketing Company (omanoil), salah satu perusahaan pemasaran pelumas dan bahan bakar Oman terkemuka milik Kesultanan menandatangani kesepakatan pasokan bahan bakar selama 5 tahun dengan Oman National Transport Company (ONTC).

Kesepakatan ini ditandatangani oleh Eng Omar Ahmed Qatan, CEO Oman Oil Marketing Company dan Abdullah Saalmeen Al Ajmi, GM Oman National Transport Company dimana omanoil akan menjadi satu-satunya pemasok bagi ONTC untuk 5 tahun ke depan.

“Kesepakatan ini memperkuat posisi kita sebagai penyedia utama bahan bakar dan pelumas komersial milik Kesultanan yang tengah tumbuh dan berkembang,” ungkap Eng Qatan. “Oman National Transport Company memainkan peran penting dalam industri pariwisata dan transportasi publik di negara ini dan kami bangga memulai kemitraan baru ini dalam memenuhi permintaan ekonomi yang cepat,” tambahnya.

Oman National Transport Company telah menjalankan usaha perjalanan dengan jaringan yang luas serta standar tinggi pada kendaraannya baik bus maupun truk selama lebih dari 28 tahun. Untuk memenuhi tujuan ekspansinya, ONTC terus memberikan jasa transportasi baik nasional maupun internasional bagi seluruh kegubernuran di bawah Kesultanan Oman dan kota-kota besar seperti Dubai dan Abu Dhabi.

GAZPROM MENGELUARKAN LAPORAN TARGET PRODUKSI 2008

Sumber : FINAM Investment Company – 18 Maret 2008

Gazprom mengeluarkan jumlah target produksi untuk 2008 dimana perusahaan ini akan mengolah gas alam sebanyak 561 miliar meter kubik dan mengekspor sebesar 157 miliar meter kubik gas alam ke negara tujuan non CIS (eks Uni Soviet). Target produksi gas 2007 mencapai 561 miliar meter kubik namun kenyataannya hanya mencapai 557 miliar meter kubik akibat musim yang tidak normal.

HARGA MINYAK TURUN MENGAKHIRI LONJAKAN TERTINGGI

Sumber : OGJ – 17 Maret 2008

+ Harga minyak mengalami penurunan pada tanggal 14 Maret di pasar New York setelah beberapa hari terakhir lalu terus mengalami kenaikan.
+ Sejumlah alasan yang mendukung penurunan ini adalah adanya aksi profit taking sejumlah spekulan saat harga minyak naik di level US$ 110/barel.
+ Kontrak April untuk minyak US light sweet di NYMEX tanggal 14 Maret turun 12 sen menjadi US$ 110.21/barel, sedangkan kontrak Mei turun 43 sen menjadi US$ 108.74/barel.
+ Di pasar spot AS, minyak WTI turun 12 sen menjadi US$ 110.21/barel.
+ Di NYMEX, heating oil ditutup pada posisi US$ 3.15/galon.
+ Di bursa yang sama, kontrak gas alam April turun 36.2 sen menjadi US$ 9.87/MMbtu.
+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley naik 8.5 sen dan ditutup pada posisi US$ 9.87/MMbtu.
+ Di bursa IPE London, kontrak April minyak Brent Laut Utara naik hingga US$ 108.02/barel namun kemudian ditutup pada posisi US$ 107.54/barel. Sedangkan gas oil kontrak April mencapai record tertinggi US$ 1000.50/ton namun kemudian ditutup pada harga US$ 997.75/ton.
+ Harga minyak OPEC Basket-13 mencapai US$ 102.88/barel pada tanggal 14 Maret.

RESUME BERITA NASIONAL 18 MARET 2008

APARAT POLWILTABES SURABAYA MEMBONGKAR GUDANG PENGOPLOS BBM
Sumber : Metro TV – 18 Maret 2008

Sidoarjo:
Jajaran Kepolisian Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/3), membongkar sebuah pabrik pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) di Porong, Sidoarjo. Pembongkaran berhasil dilakukan setelah aparat melakukan penyelidikan selama beberapa lama. Setelah yakin, polisi lantas menggrebek sebuah gudang di Desa Lajuk, Porong. Gudang yang seharusnya berfungsi sebagai gudang transit limbah telah dimanfaatkan untuk mengoplos BBM.

Informasi tentang kegiatan ilegal ini diperoleh polisi dari laporan masyarakat yang curiga dengan tumpukan sejumlah drum di pabrik yang telah tidak beroperasi lagi itu. Selain menangkap dua tersangka, dalam penggrebekan ini polisi menyita sejumlah drum berisi solar, minyak tanah dan oli oplosan. Kegiatan pengoplosan BBM ini sudah dilakukan kedua tersangka sejak 2002. Tersangka Asrokim dan Saiful Arifin diancam dengan Undang-Undang Migas dengan hukuman maksimun enam tahun penjara.

****

PERTAMINA LUNCURKAN BAHAN BAKAR RAMAH LINGKUNGAN
Sumber : Okezone – 17 Maret 2008

JAKARTA :
PT Pertamina (Persero) meluncurkan bahan bakar ViGas yang diformulasikan untuk kendaraan bermotor ramah lingkungan di wilayah DKI Jakarta.

Menurut Vice President Komunikasi Pertamina Wisnuntoro, untuk sementara produk ViGas dapat diperoleh di outlet SPBU Pertamina di Jalan Pramuka, Jakarta.

Tahun ini Pertamina juga sedang membangun fasilitas serupa di SPBU Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat dan SPBU HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

"Kehadiran ViGas merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menyukseskan kebijakan pemerintah dalam menangani emisi gas buang," katanya, di Jakarta, Senin (17/3/2008).

Dia menambahkan, selain pembangunan di tiga SPBU tersebut, rencananya perusahaan minyak plat merah ini juga akan membangun di beberapa SPBU di Jakarta dan sekitarnya.