13 Maret 2008

SPBU KINERJA TERBAIK DI JAMBI

Sumber : Survei BBMWATCH Research Indonesia 2006

AKTUAL PERFORMANCE
+ Aspek Kinerja Teknik SPBU mendapat Nilai 80
+ Aspek Kinerja LK3 SPBU mendapat Nilai 97
+ Aspek Kinerja SOP/ pelayanan mendapat Nilai 87
+ Secara umum, SPBU ini mendapat Nilai kinerja 88 (Kualifikasi SANGAT BAIK)

SPBU atas nama Jefri Linda ini merupakan salah satu SPBU dari 3 (tiga) SPBU yang ada di Provinsi Jambi dengan kinerja TERBAIK (Best Performance).
Pemeringkatan berdasarkan aspek kinerja ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sebuah SPBU telah mampu memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan Produsen dalam hal ini Pertamina. Ada 3 (tiga) indikator yang ditetapkan yaitu Indikator Teknik yang umumnya mencakup kondisi fisik dan infrastruktur SPBU, indikator SOP atau pelayanan terhadap konsumen serta indikator LK3 khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan.

Adalah SPBU dengan No. 24.361.42 yang pada edisi kali ini kami pilih sebagai SPBU dengan kinerja terbaik di Propinsi Jambi. SPBU yang berlokasi di Kota Jambi ini telah terpilih tentu setelah melalui sebuah observasi mendalam serta analisis yang ilmiah.
BBMwatch Reseach memberikan nilai 88 (skala 100) untuk SPBU ini dilihat dari aspek kinerja secara total. Indikator pertama dilihat dari aspek kinerja teknik dimana SPBU ini mendapatkan nilai 80 karena nyaris memiliki semua persyaratan teknis fisik yang telah ditetapkan Pertamina. Penilaian indikator teknis meliputi keberadaan infrastruktur Canopy, Pulau Pompa, Bangunan Kios, Drive Way, Signage, Sarana Timbun, Dispenser, Management Gas Station, dan perlengkapan lain seperti Genset, Mushola, Toilet, dsb.
Dari 36 indikator teknis yang harus dipenuhi, SPBU ini memiliki 27 diantaranya dalam kondisi sesuai standar. Disamping itu ada 4 (empat) indikator teknis yang dimiliki SPBU namun belum sesuai dengan standar. Sisanya ada 5 (Lima) indikator teknis yang belum dimiliki SPBU ini.

Untuk aspek pelayanan atau SOP, penilaian dilakukan pada 4 indikator utama meliputi penampilan dan pelayanan operator/ pramuniaga SPBU, sistem pelayanan terhadap konsumen pada saat pengisian BBM, Administrasi dan Prosedur SPBU (Pengaduan, Laporan penjualan, dll), serta sistem penggajian, karir dan kesejahteraan karyawan SPBU.

Dari 20 Indikator SOP yang harus dipenuhi, SPBU ini memenuhi 17 diantaranya. 3 (tiga) indikator lain seperti pencatatan terhadap keluhan pelanggan, bonus untuk karyawan serta asuransi jamsostek untuk karyawan belum terpenuhi berdasarkan pengamatan tim BBMwatch.

Faktor terakhir dan yang utama adalah dari sisi LK3 atau pengelolaan lingkungan. Untuk aspek yang satu ini, dilakukan penilaian pada 4 (empat) indikator yang meliputi kondisi visual lingkungan SPBU, kondisi peralatan operasi SPBU, kondisi pengelolaan keselamatan dan bahaya kebakaran, serta bagaimana SPBU mengelola lingkungan SPBU dan sekitarnya.

Dari 52 Indikator LK3 yang harus dipenuhi, SPBU ini memenuhi 50 diantaranya. Hanya 2 (tiga) indikator yang tidak terpenuhi dan salah satunya sangat penting yaitu Pompa dispenser yang belum ditera secara berkala serta tingkat akurasi takarannya masih relatif meragukan.

Dengan kinerja yang tergolong sangat baik ini, maka tak heran jika dilihat dari alokasi atau tingkat penjualannya SPBU ini tergolong tinggi untuk ukuran SPBU daerah. SPBU ini setidaknya dalam 1 Hari mampu menjual 34 KL BBM, dengan produk andalan BBM jenis Premium. *** (BBMwatch Research)

1 komentar:

Neng Sri Mayanti mengatakan...

Ini cara kerja untuk mesin pom mini digital dan manual.