24 Maret 2008

RESUME BERITA NASIONAL 24 MARET 2008

MINYAK TANAH DITARIK, USAHA KOMPOR MELEMPEM
Sumber : Liputan6 – 21 Maret 2008

Jakarta:
Perajin kompor minyak tanah mengeluh. Rencana pemerintah menarik minyak tanah subsidi di Jakarta pada Mei mendatang membuat penjualan kompor melorot tajam. Warga beralih menggunakan kompor gas karena harga gas ukuran tiga kilogram jauh lebih murah dibanding minyak tanah nonsubsidi yang mencapai Rp 8.000 per liter.

Kepada SCTV, belum lama ini, seorang pengusaha kompor di kawasan Cawang, Jakarta Timur, mengaku bisnisnya lesu. Vera yang sudah puluhan tahun menekuni usaha ini mengaku hanya satu kompor yang laku dalam dua pekan ini. Padahal sebelumnya, Vera bisa menjual lebih dari 50 kompor dalam sehari. Dia pun terpaksa merumahkah seorang karyawan.

Minyak tanah nonsubsidi sudah mulai dijual di stasiun pengisian bahan bakar umum. Tapi harganya yang selangit memaksa warga mengurungkan niat membeli bahan bakar itu. Tengok saja jejeran jeriken minyak tanah non subsidi di beberapa SPBU di Depok, Jawa Barat. Sejak dipasarkan sebulan lalu, hanya tiga jerigen yang terjual.

Dengan ditariknya minyak tanah subsidi ini, masyarakat dipaksa menggunakan kompor gas yang jauh lebih murah yakni sekitar Rp 13 ribu per tiga kilogram. Itu berarti pengguna kompor minyak tanah makin berkurang. Bahkan bukan tak mungkin kompor minyak tanah buatan Cawang kelak hanya tinggal cerita.

****

MINYAK TANAH LANGKA DI SEMARANG
Sumber : Liputan6 – 22 Maret 2008

Semarang:
Kelangkaan minyak tanah masih terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Di salah satu pangkalan minyak tanah di Kalisari, Semarang, Jumat (21/3), tampak antrean panjang warga dan barisan jeriken. Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan minyak tanah dengan harga Rp 2.500 per liter. Namun pembelian dibatasi, paling banyak lima liter per orang. Ini guna mencegah pembelian dalam jumlah banyak oleh satu orang yang bisa berakibat sebagian warga tidak kebagian.

Kelangkaan minyak tanah di Semarang akibat pasokan berkurang. Bila semula pangkalan mendapat kiriman minyak tanah dua kali per pekan, saat ini hanya sekali pengiriman. Jumlahnya pun dikurangi, dari 600 liter sekali kirim menjadi hanya 400 liter. Diperkirakan, antrean membeli minyak tanah di Semarang meluas. Sebab kekurangan jatah ternyata juga dialami oleh sejumlah pangkalan lainnya.

****

PEDAGANG KECIL MULAI MELIRIK GAS
Sumber : Liputan6 – 22 Maret 2008

Jakarta:
Belum semua warga beralih ke gas elpiji meski program konversi minyak tanah sudah berjalan hampir setahun. Maman, pedagang bubur ayam dan baso di Kuningan, Jakarta Selatan, misalnya. Sudah dua bulan terakhir ia membeli minyak tanah Rp 5.000 per liter. Dengan lima kompor, ia menghabiskan 100 liter minyak tanah dalam sepekan. Sekitar Rp 500 ribu dikeluarkan hanya untuk biaya memasak. Padahal harga kebutuhan pokok di pasar juga melambung.

Lain Maman, lain pula Didi. Berdagang sejenis di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, ini menggunakan kompor gas satu tungku untuk dagangan mi instan. Meski belum sepenuhnya beralih ke gas, Didi mengatakan sudah bisa berhemat. Namun setidaknya ia sudah melaksanakan program konversi. Sebab saat minyak tanah bersubsidi dihentikan penyalurannya Mei mendatang, pedagang kecil akan makin merasakan beratnya menggunakan minyak tanah karena akan dijual seharga Rp 8.600 per liter.

****

PROGRAM KONVERSI MENGANCAM INDUSTRI KOMPOR MINYAK TANAH
Sumber : Liputan6 – 22 Maret 2008

Jakarta:
Rencana pemerintah menarik minyak tanah subsidi di Jakarta, Mei mendatang, membuat penjualan kompor minyak melorot tajam dan terancam gulung tikar. Pasalnya, sebagian besar warga mulai beralih menggunakan kompor gas karena harga tabung gas ukuran tiga kilogram lebih murah ketimbang minyak tanah nonsubsidi yang mencapai Rp 8.000 per liter.

Penyusutan jumlah pembeli kompor minyak dirasakan para pelaku usaha pembuatan kompor tradisional di Cawang, Jakarta Timur. Di kawasan ini terdapat sekitar 20 tempat usaha pembuatan kompor tradisional. Rata-rata mereka mengalami kesulitan serupa akibat makin banyaknya warga tak lagi menggunakan kompor minyak tanah.

Andi, misalnya. Ia mengeluh penghasilannya turun drastis akibat berkurangnya jumlah pembeli terkait program konversi minyak ke gas dari pemerintah. Kepada Liputan 6 SCTV, Jumat (21/3), Andi mengaku sebelumnya dapat memperoleh penghasilan Rp 1 juta per bulan. Namun ia kini hanya memperoleh pendapatan berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Jika kondisi ini terus berlanjut, Andi berencana meninggalkan pekerjaan yang telah digeluti selama 15 tahun.

Putus asa juga dirasakan Usman, pengusaha kompor lainnya. Ia sebelumnya mampu menjual 50 unit kompor minyak per hari. Namun setelah ada program konversi, satu kompor pun sulit terjual. Usman akhirnya memangkas jumlah karyawan dari 10 orang menjadi seorang pekerja.

Program konversi rupanya turut meresahkan para pengecer dan agen minyak tanah. Sebab adanya konversi berarti pemerintah akan menarik minyak tanah bersubsidi di Ibu Kota mulai Mei 2008. Karena itu, mereka khawatir kehilangan pekerjaan yang selama ini menghidupi keluarga.

Kekhawatiran itu dialami Sarman. Ia dan kawan-kawannya sesama pengecer galau jika pemerintah menarik minyak tanah subsidi. Padahal, Sarman selama ini menghidupi istri dan enam anaknya dari mengecerkan minyak tanah. Sarman enggan beralih menjadi pengecer gas elpiji.

Pemilik pangkalan minyak tanah pun resah karena tidak memiliki modal untuk beralih menjadi pemilik pangkalan gas elpiji. Junita Pracida, pemilik pangkalan minyak tanah di Mangga Besar, Jakarta Barat, mengaku terpaksa menyediakan gas elpiji lantaran pemerintah tidak memberi pilihan.

Guna menyelamatkan keuangan negara, konversi minyak tanah subsidi ke gas memang menjadi pilihan pemerintah. Setahun silam, subsidi minyak tanah mencapai Rp 31 triliun atau setengah dari total subsidi minyak dan gas nasional. Alhasil, para pengusaha minyak tanah mau tidak mau mengkonversi usaha mereka ke gas.

Menurut Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas M. Nur Adib, di Jakarta terdapat 205 agen, 1.740 pangkalan, serta sekitar 25 ribu pengecer. Untuk agen dan pangkalan, lanjut Nur, ada program kredit lunak yang ditawarkan PT Pertamina bersama sejumlah bank. Salah satu agen elpiji yang telah memanfaatkan fasilitas kredit perbankan adalah Maharani. Ia ikut membantu 40 pemilik pangkalan minyak tanah asuhannya untuk mengakses kredit meski tak semuanya bersedia.

Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, Manajer Operasional Bank Rakyat Indonesia cabang Cut Meutiah, Jakarta Pusat, Rory L. Toruan mengatakan pihak bank hanya mensyaratkan foto kopi kartu tanda penduduk, kartu keluarga, surat nikah, dan keterangan usaha dari pihak kelurahan. Kredit yang diterima, jelas Rory, maksimal Rp 100 juta dengan kisaran bunga sembilan persen hingga 16 persen. Sayang, lantaran kurang sosialisasi, baru segelintir pemilik agen dan pangkalan minyak tanah yang memanfaatkan fasilitas kredit untuk konversi usaha mereka.

****

PRODUSEN KOMPOR DI UJUNG HARAP
Sumber : Liputan6 – 22 Maret 2008

Depok:
Upaya pemerintah menyelamatkan Anggaran Nasional akibat kenaikan minyak dunia harusnya tak semua ditimpakan ke masyarakat. Beban dibagi ke pemerintah daerah misalnya, yang selama ini mendapat keuntungan bagi hasil minyak. Dengan demikian, masyarakat terutama yang mencari penghidupan menggunakan minyak tanah tak ketar-ketir.

Subur, misalnya. Produsen kompor minyak tanah di kawasan Depok, Jawa Barat ini sadar bahwa Mei nanti usaha yang ditekuninya selama puluhan tahun akan tutup. Atau dengan sisa harapan yang ada, Subur mencoba bertahan dengan mengubah seng rongsokan ke bentuk lain selain kompor.

Kebingunan makin kuat dirasakan Subur dari hari ke hari seiring barang dagangan yang mulai tak laku. Kegundahan yang sama pun menghinggapi rekan seprofesinya. Mereka jelas khawatir warga beralih menggunakan kompor gas karena harga gas jauh lebih murah dibanding minyak tanah nonsubsidi yang mencapai Rp 8.000 per liter.

Matinya usaha kompor yang tersebar di seluruh Indonesia hanyalah contoh kecil yang harus dihadapi pemerintah. Ribuan usaha lagi bakal mengalami nasib sama seperti pedagang minyak tanah keliling yang terancam menganggur. Sebagai salah satu negara penghasil minyak, harusnya hal ini bisa dihindari bila pemerintah bisa menumbuhkan iklim investasi di bidang minyak dan gas.

****

SEBAGIAN WARGA MISKIN BELUM MENDAPAT KOMPOR GAS
Sumber : Liputan6 – 24 Maret 2008

Jakarta:
Rencana pemerintah menarik minyak tanah bersubsidi pada Mei nanti ternyata belum dibarengi dengan persiapan yang matang. Di Jakarta, masih banyak warga miskin pengguna minyak tanah yang belum mendapatkan tabung gas gratis.

Salah seorang warga Ibukota yang belum mendapat tabung gas adalah Wiji. Warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang masuk dalam kategori miskin ini sangat membutuhkan minyak tanah agar bisa berdagang makanan untuk sekadar menyambung hidup.

Di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat para pedagang minyak tanah keliling hanya bisa termangu di pangkalan minyak juragannya. Gambaran masa depan kini makin buram. Betapa tidak, dengan ditariknya minyak tanah subsidi mereka kehilangan pekerjaan.

Kebijakan pemerintah menarik minyak tanah subsidi adalah lanjutan program konversi minyak tanah ke gas elpiji sebagai langkah penghematan subsidi BBM. Pemerintah mentargetkan pengurangan konsumsi minyak tanah sebesar 2 juta kiloliter.

****

WARGA DEPOK KEMBALI KE KOMPOR MINYAK TANAH
Sumber : Metro TV – 21 Maret 2008

Depok:
Sejumlah warga Depok, Jawa Barat, penerima paket kompor gas program konversi bahan bakar minyak kembali menggunakan kompor minyak tanah. Pasalnya kompor gas yang mereka terima rusak. Demikian pantauan Metro TV di Depok, baru-baru ini.

Warga Rukun Warga 03 dan 08, Tanah Baru Beji, misalkan. Mereka mengeluhkan kualitas kompor gas yang dibagikan pemerintah. Memang ada warga yang berusaha memperbaiki kompor gas mereka yang rusak. Tapi kebanyakan dari mereka mendiamkan saja. Mereka mengaku tak punya uang.

warga mengaku lebih nyaman dan aman menggunakan kompor minyak tanah. Meski demikian kini mereka mulai bingung. Sebab terhitung 1 Mei mendatang harga minyak tanah akan melambung sampai Rp 8.600 per liter.

****

HINDARI KENAIKAN BBM, LIFTING MINYAK DIGENJOT
Sumber : Okezone – 23 Maret 2008

JAKARTA :
Untuk mengurangi biaya APBN akibat melonjaknya harga minyak, pemerintah bisa menaikkan lifting produksi minyak mentah. Sehingga, langkah menaikkan harga BBM bisa dihindarkan.

"Itu merupakan langkah elegan untuk menyikapi mahalnya biaya subsidi BBM yang membebani APBN," kata pengamat perminyakan Kurtubi kepada okezne, di Jakarta, Minggu (23/3/2008).

Dia mengatakan, dengan menambah lifting produksi minyak mentah dalam negeri, pemerintah akan ikut menikmati tingginya harga minyak dunia yang sempat hampir meyentuh USD110 per barel.

Pemerintah juga bisa melakukan penghematan atas cost recovery yang diajukan perusahaan pertambangan sebagai ganti atas kerugian pertambangan yang dilakukannya. "Dengan melakukan efisiensi ini, tekanan harga minyak terhadap APBN bisa ditekan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga harus mengoreksi formulasi harga BBM yang saat ini menggunakan formula rata-rata harga minyak di Singapura (mean of platts Singapore/MOPS) plus alpha, di mana alpha merupakan ongkos kirim BBM dan distribusi bagi SPBU menjadi biaya pokok plus fee.

"Sehingga kalau harga minyak naik, fee tetap. Tidak seperti sekarang, jika harga minyak naik fee yang dihitung melalui alpha ikut naik juga," ungkapnya.

Pemerintah melalui persetujuan DPR juga bisa menerapkan pajak tambahan kepada perusahaan pemboran yang telah berproduksi. "Dengan demikian, meski harga minyak naik, pendapatan pemerintah dari minyak juga ikut naik," pungkasnya.

****

16.500 KG SOLAR SELUNDUPAN TERBONGKAR
Sumber : Okezone – 24 Maret 2008

JAKARTA :
Penyelundupan BBM tampaknya kian marak. Hasil operasi Polda Jawa Barat pun berhasil menggagalkan sedikitnya 16,5 ton BBM bersubsidi pada Sabtu (22/3).

Operasi tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi kebijakan pemerintah yang akan menghilangkan subsidi BBM minyak tanah di wilayah DKI. Demikian disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira, di Mabes Polri, Minggu (23/3/2008).

Total barang bukti tersebut diperoleh dari dua tangkapan. Pertama, 8 ton solar berhasil diamankan kepolisian dari tangan empat tersangka. Truk pengakut solar oplosan itu diamankan saat tengah melaju di wilayah Bogor menuju Jakarta.

Keempat tersangka adalah pengemudi Yadi Mulyadi (40), Tata Subrata (37), kernet Nandang (32), dan pemilik truk Tatesehabudin, warga Kp Sindangsari RT05/28, Melong, Cimahi Selatan, Bandung.

Sedangkan tangkapan kedua juga dilakukan di sekitar wilayah Bogor menuju Jakarta. Polisi berhasil mengamankan satu truk yang berisi 8,5 solar oplosan. Satu tersangka melarikan diri. Identitas pemilik truk diketahui adalah PT Friama Fajar Mandiri (Jakarta Timur).

23 Maret 2008

RESUME BERITA NASIONAL 23 MARET 2008

5 LANGKAH AGAR BBM TAK NAIK
Sumber : Okezone – 22 Maret 2008

JAKARTA :
Pemerintah diminta melakukan lima langkah agar tidak sampai mengeluarkan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Pertama, pemerintah harus bisa membagi hasil pajak antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat," cetus anggota DPR dari FPAN Tjatur Sapto Edi dalam diskusi yang digelar radio Trijaya FM bertajuk "Antara Pembatasan atau Kenaikan Harga BBM", di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3/2008).

Kedua, lanjut dia, pemerintah harus mengurangi biaya rekap obligasi. Ketiga, pengurangan marjin alfa Pertamina (ongkos angkut minyak, dana untuk bayar SPBU, dll). dan Keempat, pengadaan BBM yang dilakukan Pertamina harus transparan.

"Sedangkan yang kelima, pemerintah harus mencari sumber BBM murah dari negara sahabat," cetus politisi muda ini.

Menurutnya, kebijakan pembatasan BBM atau menaikkan harga merupakan sebuah problem. Karenanya, sambung dia, pemerintah harus bekerja keras terhadap dua opsi ini, baru setelah itu mengajak bicara masyarakat.

"Kalau daya beli masyarakat harus ditingkatkan, baru road map subsidi dilaksanakan," pungkas Tjatur.

****

APINDO : PENGURANGAN SUBSIDI UNTUK PEMBANGUNAN
Sumber : Okezone – 22 Maret 2008

JAKARTA :
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi berpendapat, pengurangan subsidi perlu dilakukan agar pembangunan ekonomi dapat dilakukan dengan baik.

"Sebenarnya pemerintah harus mencari jalan untuk mengurangi subsidi. Sebab kita tahu, pemerintah banyak menyubsidi listrik dan pangan. Ini perlu agar bisa dilakukan pembangunan ekonomi," cetus Sofjan dalam diskusi yang digelar radio Trijaya FM bertajuk "Antara Pembatasan atau Kenaikan Harga BBM", di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3/2008).

Jika pun dikeluarkan kebijakan menaikkan harga minyak, menurut dia, rakyat kecil tidak akan terkena imbas. "Tapi contohnya para pengguna mobil," imbuh pria kelahiran Sawah Lunto, Sumatra Barat, 3 Maret 1939 ini.

"Sudah saatnya subsidi dikurangi, dan uangnya itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur," cetus dia lagi.

Selain itu, menurut dia, sudah seharusnya pemerintah melakukan efisiensi birokrasi.

****

KEGAGALAN 8 TAHUN MAHALKAN HARGA MINYAK
Sumber : Okezone – 22 Maret 2008

JAKARTA :
Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) Kurtubi berpendapat, mahalnya harga minyak Indonesia disebabkan kegagalan pemerintah mengelola sumber daya alam selama 8 tahun.

Bahkan, pemerintah selama itu, memproduksi minyak mentah dengan kuantitas rendah. Hal itu mendorong terus meningginya harga minyak mentah.

"Sebab utamanya adalah kegagalan pemerintah mempertahankan minyak mentah dalam 8 tahun," ujar Kurtubi dalam diskusi bertajuk "Ketika Harga Minyak Terus Pecahkan Rekor", yang digelar di Mario's Place, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2008).

Untuk itu, sambungnya, pemerintah harus merencanakan penambahan produksi minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi.

Lebih lanjut, untuk mengatasi krisis minyak di Indonesia, pemerintah perlu melakukan revisi UU Migas, terutama pada Pasal 31 yang menyebutkan para investor minyak harus membayar pajak. Padahal, sumber minyak yang mau dieksploitasi belum ditemukan.

Hal inilah, menurut Kurtubi yang menyebabkan para investor menarik investasinya dari Indonesia. "Revisi UU itu segera, dan kelola minyak secara maksimal," cetus dia.

Sedangkan, tingginya harga minyak secara internasional, dikarenakan kebijakan negara-negara yang tergabung dalam OPEC yang tidak mau menambah produksi minyak tanah.

Padahal, kebutuhan minyak tanah semakin tinggi seiring pertumbuhan ekonomi Asia, terutama China dan India yang mencapai 11,5% per tahun.

"OPEC tidak mau menambah produksi. Untuk itu negara-negara mendesak OPEC menambah produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat internasional," pungkas Kurtubi

****

SOAL HARGA BBM, ABAIKAN DULU PILPRES 2009
Sumber : Okezone – 22 Maret 2008

JAKARTA :
Pemerintah diminta untuk tidak menggunakan pertimbangan ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 dalam mengambil keputusan mengenai harga BBM.

"Abaikan dulu 2009, jangan rakyat yang jadi korban. Tidak ada yang perlu ditakutkan pemerintahan SBY, jika nantinya menaikkan BMM takut tidak terpilih lagi," ujar pengamat ekonomi dari ECONIT Hendri Saparini dalam diskusi yang digelar radio Trijaya FM bertajuk "Antara Pembatasan atau Kenaikan Harga BBM", di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3/2008).

"Sebenarnya belum tentu juga jika (harga BBM) tidak dinaikkan akan terpilih lagi," tambah dia.

Pilihan-pilihan dalam penentuan kebijakan terkait harga BBM menurutnya sangat berat. Apalagi saat ini terjadi pelambatan ekonomi, tidak hanya di dalam negeri, melainkan secara global.

"Pilihan ini merupakan pilihan yang berat dan tidak mudah. Jadi pemerintah tidak boleh hanya hitung-hitungan secara finansial antara menyelamatkan APBN atau menyelamatkan ekonomi," cetus dia.

Jika pemerintah memang ingin menaikkan harga BBM, tentunya harus melihat apakah daya beli masyarakat terganggu. "Kalau dalam industri, apakah daya saingnya terganggu atau tidak. Jadi pemerintah harus dengan jujur menyelamatkan ekonomi atau APBN," papar dia.

Ditegaskan dia, pemerintahan SBY harus memiliki keinginan politik yang baik dalam memilih kebijakan ekonomi yang berat ini dengan adil.

****

1 MEI MINYAK TANAH HILANG, JAKARTA BISA RUSUH
Sumber : Okezone – 22 Maret 2008


JAKARTA :
Mulai tanggal 1 Mei Jakarta akan bebas dari minyak tanah. Diperkirakan, bebasnya Jakarta dari minyak tanah ini akan menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran bahkan akan terjadi kerusuhan.

"Saya rasa tidak mungkin jika 1 Mei Jakarta bebas dari kerosin atau minyak tanah. Ini akan menimbulkan kepanikan dan dikhawatirkan akan menimbulkan kerusuhan," ujar Panitia Anggaran dari Komisi VII DPR, Ismayatun Anggita dalam Obrolan Sabtu bertema Harga Minyak Terus Pecahkan Rekor, di Marios Place, Menteng Huis, Jakarta, Sabtu (22/3/2008).

Ismayatun pun sama sekali tidak setuju dengan program pemerintah yang melakukan konversi minyak tanah ke gas. Menurut anggota DPR dari Fraksi PDIP ini, program tersebut tidaklah efisien jika memang tujuannya untuk menghemat APBN.

"Konversi ini tidak efisien dan tidak sebanding, karena hanya 5,6 persen dari subsidi BBM yang berjumlah RP 90 triliun. Jika pemerintah ingin menghemat APBN cara yang baik itu bukanlah menderitakan rakyat," tukasnya.

****

KONVERSI MINYAK TANAH PERLU DISOSIALISASIKAN LAGI
Sumber : Okezone – 22 Maret 2008

JAKARTA :
Program konversi minyak tanah ke gas yang telah berlangsung selama 6 bulan realisasinya belum terlihat sukses. Hal ini disinyalir karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah.

"Perlu adanya sosialisasi kembali oleh pemerintah agar masyarakat bisa melakukan pindahan dari minyak tanah ke LPG," ujar Direktur Center for Petrolium and Energy Econom Studient, Kurtubi saat ditemui dalam Obrolan Sabtu bertema Harga Minyak Terus Pecahkan Rekor di Marios Place, Menteng Huis, Jakarta, Sabtu (22/3/2008).

Meski Kurtubi mendukung sepenuhnya program ini, namun ia menyayangkan rendahnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah. Kurtubi berharap pemerintah bisa lebih jeli dalam mengatur strategi konversi minyak tanah ini kepada masyarakat.

"Program ini sebenarnya sangat bagus untuk mengurangi pemakaian BBM. Menggantinya dengan LPG jauh lebih bersih dan semua pihak bisa diuntungkan," tambah Kurtubi.

Seperti diketahui saat ini pemerintah harus mengeluarkan dana subsidi sehingga harga minyak tanah bersubsidi kini Rp 6000 / liter. Dalam hal ini, Pertamina pun telah menjual minayk tanah non subsidi dengan harga Rp 8.300 / liter. Harga ini pun telah mencekik leher masyarakat. Untuk itu, Kurtubi minta kepada pemerintah supaya konversi di tingkat bawah tidak dilakukan secara hantam kromo.

"Implementasinya di masyarakat memang tidak boleh hantam kromo," tandasnya.

****

ALAT PENGHEMAT BBM MILIK LIPI DIPASARKAN
Sumber : Okezone – 22 Maret 2008

JAKARTA :
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mematenkan alat penghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberi nama Electric Fuel Treatment (EFT). Alat ini dapat meningkatkan serta menyempurnakan pembakaran BBM, sehingga menghasilkan penurunan emisi gas buang, meningkatkan performa mesin, dan menghemat penggunaan BBM.

Demikian disampaikan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di gedung DPR, Jakarta, beberapa hari lalu.

Seperti dilansir website resmi LIPI, Sabtu (22/3/2008), Menristek berharap penggunaan EFT dapat mengurangi subsidi BBM yang dikeluarkan pemerintah nantinya. Alat ini, lanjut Kusmayanto, dapat digunakan pada kendaraan roda dua, roda empat maupun roda enam serta genset.

Kusmayanto menambahkan, saat ini, masyarakat dapat membeli alat penghematan BBM tersebut di koperasi LIPI. "Setelah dipatenkan, alat ini dihibahkan ke koperasi LIPI untuk dikomersilkan agar masyarakat luas dapat membelinya," ujarnya.

22 Maret 2008

BBM-PRICE GENERAL MINGGU III MARET 2008

(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)

THAILAND
+ Gasohol 95 E-10 : Rp 8.900/liter (tgl efektif : 18 Mar 2008)
+ Gasohol 95 E-20 : Rp 8.400/liter (tgl efektif : 18 Mar 2008)
+ Gasohol 91 E-10 : Rp 8.700/liter (tgl efektif : 18 Mar 2008)
+ ULG 95 RON : Rp 10.100/liter (tgl efektif : 18 Mar 2008)
+ UGR 91 RON : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 18 Mar 2008)
+ High Speed Diesel 0,05%S : Rp 9.000/liter (tgl efektif : 18 Mar 2008)
+ High Speed Diesel B5 : Rp 8.800/liter (tgl efektif : 18 Mar 2008)
+ LPG : Rp 5.500/kg (tgl efektif : 30 Jan 2008)
+ Margin Pemasaran : Rp 320/liter (tgl efektif : 20 Mar 2008)
+ Margin Kilang : Rp 612/liter (tgl efektif : 20 Mar 2008)

****

SINGAPURA
+ ULG 98 : Rp 14.200/liter (tgl efektif : 21 Mar 2008)
+ ULG 95 : Rp 13.700/liter (tgl efektif : 21 Mar 2008)
+ ULG 92 : Rp 13.500/liter (tgl efektif : 21 Mar 2008)
+ Diesel : Rp 10.600/liter (tgl efektif : 21 Mar 2008)

****

MALAYSIA
+ Petrol RON 97 : Rp 5.172/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)
+ Petrol RON 92 : Rp 5.064/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)
+ Diesel : Rp 4.260/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)
+ LPG : Rp 4.715/kg (tgl efektif : 28 Feb 2006)

****

FILIPINA
+ Unleaded : Rp 9.500/liter (tgl efektif : 11 Mar 2008)
+ V Power/Blaze : Rp 10.300/liter (tgl efektif : 11 Mar 2008)
+ E-10 : Rp 9.100/liter (tgl efektif : 11 Mar 2008)
+ Diesel : Rp 7.700/liter (tgl efektif : 11 Mar 2008)
+ Kerosene : Rp 8.900/liter (tgl efektif : 11 Mar 2008)
+ LPG : Rp 11.700/kg (tgl efektif : 11 Mar 2008)

****

AUSTRALIA
(Tanggal efektif : 20 Maret 2008), dalam Rp/liter

Unleaded
+ Semua Kawasan : 12.300
+ Brisbane : 11.700
+ Sydney : 12.400
+ Melbourne : 12.500
+ Adelaide : 12.600
+ Perth : 12.400

Diesel
+ Semua Kawasan : 12.900
+ Brisbane : 12.400
+ Sydney : 13.000
+ Melbourne : 12.800
+ Adelaide : 13.200
+ Perth : 13.400

LPG
+ Semua Kawasan : 5.500
+ Brisbane : 5.700
+ Sydney : 5.500
+ Melbourne : 5.200
+ Adelaide : 5.800
+ Perth : 5.700


****

INGGRIS
+ Unleaded : Rp 19.700/liter (tgl efektif : 19 Maret 2008)
+ Diesel : Rp 21.100/liter (tgl efektif : 19 Maret 2008)
+ LRP : Rp 20.300/liter (tgl efektif : 19 Maret 2008)
+ Super : Rp 20.900/liter (tgl efektif : 19 Maret 2008)
+ LPG : Rp 10.300/liter (tgl efektif : 19 Maret 2008)

****

AMERIKA SERIKAT

Gasoline Regular Grade
+ East Coast : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ New England : Rp 7.700/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Central Atlantic : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Lower Atlantic : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Midwest : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Gulf Coast : Rp 7.700/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Rocky Mountain : Rp 7.700/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ West Coast : Rp 8.500/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)

Diesel
+ East Coast : Rp 9.700/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ New England : Rp 9.900/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Central Atlantic : Rp 10.100/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Lower Atlantic : Rp 9.600/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Midwest : Rp 9.600/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Gulf Coast : Rp 9.400/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ Rocky Mountain : Rp 9.400/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)
+ West Coast : Rp 9.700/liter (tgl efektif : 17 Mar 2008)

****

AFRIKA SELATAN
(tanggal efektif : 5 Maret 2008)

Zona Gauteng/Zona 9 C
+ V Power 95 (Inl) : Rp 8.800/liter
+ M93 ULP M93LRP : Rp 8.600/liter
+ Diesel 0.05% : Rp 9.300/liter
+ Diesel 0.005% : Rp 9.400/liter
+ IP/Kero : Rp 7.500/liter

Zona Coastal/Zona 1A
+ V Power & M95LRP : Rp 8.500/liter
+ Diesel 0.05% : Rp 9.200/liter
+ Diesel 0.005% : Rp 9.200/liter
+ IP/Kero : Rp 7.300/liter

BBM-PRICE EUROPE Edisi MARET 2008

(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)

+ Austria : (Rp 17.900/liter – Unleaded), (Rp 17.400/liter – Diesel)
+ Belgia : (Rp 21.500/liter – Unleaded), (Rp 18.300/liter – Diesel)
+ Rep Ceko : (Rp 17.300/liter – Unleaded), (Rp 17.500/liter – Diesel)
+ Denmark : (Rp 20.700/liter – Unleaded), (Rp 20.200/liter – Diesel)
+ Finlandia : (Rp 20.500/liter – Unleaded), (Rp 18.200/liter – Diesel)
+ Perancis : (Rp 19.800/liter – Unleaded), (Rp 18.200/liter – Diesel)
+ Jerman : (Rp 20.700/liter – Unleaded), (Rp 19.400/liter – Diesel)
+ Yunani : (Rp 16.100/liter – Unleaded), (Rp 16.600/liter – Diesel)
+ Belanda : (Rp 22.100/liter – Unleaded), (Rp 18.800/liter – Diesel)
+ Hongaria : (Rp 16.800/liter – Unleaded), (Rp 17.600/liter – Diesel)
+ Irlandia : (Rp 17.400/liter – Unleaded), (Rp 17.700/liter – Diesel)
+ Italia : (Rp 20.200/liter – Unleaded), (Rp 20.300/liter – Diesel)
+ Luksembourg : (Rp 17.200/liter – Unleaded), (Rp 16.400/liter – Diesel)
+ Estonia : (Rp 14.000/liter – Unleaded), (Rp 15.400/liter – Diesel)
+ Norwegia : (Rp 22.500/liter – Unleaded), (Rp 22.600/liter – Diesel)
+ Latvia : (Rp 14.700/liter – Unleaded), (Rp 15.800/liter – Diesel)
+ Lithuania : (Rp 14.800/liter – Unleaded), (Rp 15.600/liter – Diesel)
+ Polandia : (Rp 17.800/liter – Unleaded), (Rp 17.000/liter – Diesel)
+ Slowakia : (Rp 17.500/liter – Unleaded), (Rp 18.400/liter – Diesel)
+ Slovenia : (Rp 15.300/liter – Unleaded), (Rp 16.000/liter – Diesel)
+ Portugal : (Rp 20.400/liter – Unleaded), (Rp 17.900/liter – Diesel)
+ Spanyol : (Rp 16.200/liter – Unleaded), (Rp 15.900/liter – Diesel)
+ Swedia : (Rp 19.400/liter – Unleaded), (Rp 20.600/liter – Diesel)
+ Swiss : (Rp 16.700/liter – Unleaded), (Rp 18.100/liter – Diesel)
+ Bulgaria : (Rp 15.500/liter – Unleaded), (Rp 16.500/liter – Diesel)
+ Malta : (Rp 16.700/liter – Unleaded), (Rp 14.700/liter – Diesel)
+ Siprus : (Rp 14.700/liter – Unleaded), (Rp 15.400/liter – Diesel)



RESUME BERITA NASIONAL 22 MARET 2008

HARI HENING SEDUNIA TIDAK BERJALAN OPTIMAL
Sumber : Liputan6 – 22 Maret 2008

Kuta:
Pelaksanaan Hari Hening se-Dunia atau World Silent Day yang dicanangkan setiap 21 Maret belum berjalan sebagaimana mestinya. Kurangnya sosialisasi soal pelaksanaan menyebabkan warga tidak merespon anjuran agar tak menggunakan listrik dan bahan bakar minyak selama empat jam sejak pukul 10.00 pagi.

Namun adapula sejumlah pihak yang mencoba menerapkan anjuran itu. Yayasan Wisnu, misalnya, yang melaksanakan penghematan listrik di kantor sekretariatnya di Kuta, Bali, Jumat. Selama Hari Hening, pihak yayasan juga berdialog dengan anak-anak tentang penghematan energi. Sayangnya pihak yayasan tak sepenuhnya melaksanakan anjuran. Terbukti, kipas angin di kantor yayasan masih tetap dihidupkan.

Ketua Yayasan Wisnu I Made Suarnatha mengakui pelaksanaan Hari Hening se-Dunia tahun pertama belum sepenuhnya berjalan optimal. Sebab perlu waktu untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat. Tanggal 21 Maret sengaja dipilih karena matahari berada tepat di atas khatulistiwa. Sedangkan waktu empat jam diinilai sebagai langkah awal imbauan moral yang diimulai pada jam-jam sibuk beban puncak penggunaan energi.

****

MINYAK TANAH NONSUBSIDI DI SPBU TIDAK LAKU
Sumber : Metro TV – 21 Maret 2008

Jakarta:
Sebagian besar minyak tanah nonsubsidi yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belum banyak dibeli masyarakat. Di sejumlah SPBU di Jakarta, persediaan minyak tanah nonsubsidi yang mulai dipasok Pertamina menjelang penarikan minyak tanah bersubsidi, Mei mendatang, masih banyak.

Menurut pengelola SPBU, masyarakat tidak banyak yang membeli karena harganya terlalu mahal. Kemasan yang dijual, yakni lima liter per jerigen, dianggap terlalu banyak. Satu jerigen berisi lima liter minyak tanah nonsubsidi dijual Rp 43 ribu atau Rp 8.600 per liter.

SPBU di Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, misalnya, dalam bulan ini menerima pasokan minyak tanah nonsubsidi sebanyak 10 jerigen. Namun, kata pengawas SPBU Sudrajat, hingga kini belum ada satu pun yang laku terjual.

****

BALI JADI PILOT PROJECT SMART CARD
Sumber : Okezone – 21 Maret 2008

JAKARTA :
Proyek percobaan (pilot project) pembatasan penggunaan premium dan solar menggunakan smart card kemungkinan akan dilakukan di Pulau Bali.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH) Migas Adi Subagyo mengungkapkan, pilot project ini bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilannya. Besar kemungkinan pilot project akan dilakukan di Pulau Dewata tersebut.

"Namun belum pasti, tetapi kita menginginkan dilaksanakan di wilayah tersebut," ujar dia, ketika dihubungi, Jumat (21/3/2008).
?
Adi menjelaskan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan persiapan dan kajian guna mempersiapkan program tersebut.

Persiapan itu, terangnya, antara lain telah dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan kepolisian. Kerja sama itu untuk melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang melakukan penyalahgunaan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Di samping itu, ujar dia, BPH juga akan melakukan kerja sama dengan Kejaksaan Agung agar proses peradilan terhadap pihak yang ketahuan melakukan penyimpangan terhadap premium dan solar berusbsidi segera dilaksanakan.

Baru-baru ini Ketua BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan pihaknya mengusulkan agar pilot project dilakukan di suatu pulau. "Tapi belum ditentukan,apakah bali, batam atau yg lainnya," tuturnya saat itu.

21 Maret 2008

HARGA MINYAK MENTAH TURUN TAJAM

Sumber : OGJ – 20 Maret 2008

+ Harga minyak mentah turun tajam di NYMEX pada perdagangan tanggal 19 Maret setelah adanya laporan melemahnya permintaan minyak AS ditambah menguatnya mata uang dollar dibandingkan mata uang lainnya.
+ Analis di Raymond James memperkirakan minyak global akan kekurangan pasokan minyak, sebuah situasi yang akan membuat harga minyak tetap tinggi. Analis Raymond James memperkirakan harga minyak NYMEX tahun 2008 secara rata-rata mencapai US$ 91.43/barel. Untuk 2009, harga minyak rata-rata mencapai US$ 100/barel. Analis mengatakan demikian atas sejumlah faktor seperti antisipasi gangguan pasokan internasional dari Nigeria dan Iran.
+ Di NYMEX tanggal 20 Maret, harga minyak US light sweet April turun tajam sebesar US$ 4.94 ke posisi US$ 104.48/barel. Sedangkan kontrak Mei juga turun US$ 5.96 menjadi US$ 102.54/barel.
+ Di pasar spot AS, minyak WTI mencapai harga US$ 104.48/barel.
+ Harga heating oil untuk bulan yang sama turun 12 sen menjadi US$ 3.0167/galon.
+ Di NYMEX, harga kontrak gas oil April turun 39 sen menjadi US$ 9.02/MMbtu.
+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 2 sen menjadi US$ 9.11/MMbtu.
+ Di bursa IPE London, harga kontrak Mei minyak Brent Laut Utara turun US$ 4.84 menjadi US$ 100.72/barel. Sedangkan kontrak April untuk gas oil turun US$ 18.25 menjadi US$ 957.00/ton.

RESUME BERITA NASIONAL 21 MARET 2008

MINYAK TANAH NONSUBSIDI TAK LAKU
Sumber : Metro TV – 20 Maret 2008

Jakarta:
Minyak tanah nonsubsidi yang dijual di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Jakarta masih sepi pembeli. Selain banyak warga yang tidak tahu, harga minyak di pom bensin juga lebih mahal dari harga eceran. Demikian pantauan Merto TV di Jakarta, baru-baru ini.

Stok minyak tanah di setiap SPBU masih berlimpah. Seorang pengelola SPBU di Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, mengakui harga minyak di tempatnya memang lebih mahal. Dia mengatakan, satu galon berisi lima liter dijual seharga Rp 43 ribu atau Rp 8.600 per liter. Setiap SPBU mendapat pasokan minyak tanah nonsubsidi sebanyak 10 galon per bulan.

Sebaliknya, sejumlah agen minyak tanah bersubsidi di Jalan Panjaitan mengaku, sampai bulan ini belum mendapat kiriman minyak tanah dari Pertamina. Akibatnya puluhan gerobak pengecer minyak tidak dioperasikan.

****

JATENG JADI PILOT PROJECT KARTU KENDALI
Sumber : Okezone – 20 Maret 2008

JAKARTA :
Jawa Tengah (Jateng) akan dijadikan sebagai pilot project penggunaan kartu kendali pada distribusi tertutup minyak tanah bersubsidi. Jateng sebagai daerah yang paling memungkinkan, sebab Jateng sebagai daerah yang belum terkena program konversi elpiji.

Dalam situs resmi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seperti dikutip Kamis (20/3/2008), Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sendiri yang akan me-launching pilot project tersebut di Semarang, Jawa Tengah, pada awal April mendatang.

Rencananya, pemerintah akan menerapkan sistem distribusi tertutup tersebut di seluruh wilayah Indonesia, kecuali wilayah-wilayah yang menerima program konversi elpiji.

Keputusan pemerintah untuk melakukan sistem kartu kendali itu bertujuan agar BBM bersubsidi tepat sasaran. Selain itu juga bisa mengurangi penyalahgunaan BBM bersubsidi. "Sehingga subsidi benar-benar diberikan kepada masyarakat yang memerlukan," kata Purnomo dalam situs tersebut.

Sekadar diketahui, beban subsidi BBM dengan harga minyak dunia yang telah mencapai USD100 per barel membuat beban APBN atas subsidi menjadi lebih dari Rp100 triliun. Untuk mengurangi beban subsidi itu, pemerintah membuat kebijakan volume konsumsi. Sehingga kebijakan menaikkan harga BBM bisa dihindari.

****

TARGET PAJAK RAPBN-2008 MAKIN BERAT
Sumber : Okezone – 20 Maret 2008

JAKARTA :
Target penerimaan pajak dalam RAPBN-P 2008 disinyalir akan semakin besar. Ditetapkannya kuota BBM bersubsidi sebesar 37,038 juta kiloliter dan alpha PT Pertamina (Persero) sebesar sembilan persen di Komisi VII DPR, menjadi pemicu.

Demikian diungkapkan Menkeu Sri Mulyani, usai acara penyerahan SPT di Gedung Pajak, Jakarta, Rabu (19/03/3008) petang.

Menurutnya, penetapan kuota BBM bersubsidi itu untuk mengamankan pos-pos di APBN-P 2008. Namun, dari sisi penghematan, jumlah kuota BBM bersubsidi itu dinilai tidak sesuai dengan program penghematan BBM.

"Kalau dari sisi sinyal, dengan harga BBM yang mahal, penghematan harus terjadi. Itu agak kurang cocok dengan pesannya. Tapi dari sisi kepentingan APBN keseluruhan, semakin seluruh posnya kelihatan solid, maka lebih kecil kekhawatiran bahwa APBN akan rapuh," ungkapnya.

Meski demikian, Menkeu memastikan, kesepakatan itu telah mempertimbangkan program yang ada dan anggaran dari jumlah BBM bersubsidi.

Dengan menggunakan angka 37,038 juta kilolter itu artinya mereka memberi semacam allowance atau margin dari jumlah BBM yang bersubsidi yang tidak terhemat.

"Itu artinya dari sisi APBN menjadi lebih aman. Karena berarti kemungkinan terjadi melebihi itu sudah dianggarkan," katanya.

Pos belanja dari subsidi BBM itu juga harus diperhitungkan dari sisi penerimaan. Akibatnya, Depkeu akan menaikan target penerimaan pajak 2008.

"Banyak trade off yang harus dilihat. Kalau dari sisi penerimaan tidak menutupi maka akan terjadi resiko. Penerimaan pajak otomatis menjadi lebih berat. Karena, tergantung pada penerimaan yang solid, yang bisa digenerate. Dengan beberapa perubahan ini, saya harus menghitung lagi," paparnya.

****

YLKI: PENARIKAN MINAH BERSUBSIDI HARUS DISERTAI EVALUASI
Sumber : Okezone – 19 Maret 2008

JAKARTA :
Rencana PT Pertamina (Persero) untuk menarik peredaran minyak tanah bersubsidi dinilai sebagai langkah yang tepat. Tapi, ada syaratnya.

Hal itu diungkapkan oleh pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Daryatmo, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Rabu (19/3/2008).

"Dari sisi program ini sesuatu rencana yang bagus," tegas Daryatmo.

Menurutnya, subsidi minyak tanah untuk rumah tangga adalah kebijakan yang jarang digunakan oleh negara-negara lainnya.

Kendati demikian, YLKI memberikan catatan bagi Pertamina jika benar rencana ini digulirkan pada Mei 2008 ini. Penarikan minyak tanah bersubsidi harus didahului dengan evaluasi program konversi minyak tanah ke gas.

"Masyarakat harus dipastikan mendapat kompor dan tabung gas tiga kilogram," jelasnya.

Daryatmo juga menilai, bahwa minyak tanah adalah masalah lintas daerah. Artinya, jangan sampai masalah minyak tanah ini menimbulkan masalah nasional utamanya di daerah perbatasan.

Penarikan minyak tanah bersubsidi yang akan dilakukan di DKI Jakarta Mei mendatang dan Jawa Timur pada 2009, lanjut dia, adalah langkah yang efektif untuk menekan risiko kenaikan harga minyak mentah dunia terhadap APBN. "Tapi, akan efektif kalau program ini berjalan efektif," tutupnya.

20 Maret 2008

FED MEMOTONG SUKU BUNGA, HARGA ENERGI NAIK KEMBALI

Sumber : OGJ – 19 Maret 2008

+ Harga energi kembali naik pada tanggal 18 Maret setelah Federal Reserve Bank memotong kembali suku bunganya sebesar 2.25%.
+ Pemotongan ini kurang dari yang diinginkan pasar finansial namun cukup untuk memicu animo hedge fund. Pemotongan suku bunga ini biasanya juga menurunkan nilai mata uang dollar dan mendorong alternatif investasi di komoditi seperti minyak dan emas yang natinya akan mendorong kenaikan harga komoditi tersebut. Nilai dollar menyentuh level terendah terhadap euro sebesar US$ 1.5905.
+ Lembaga Informasi Energi AS mengumumkan pada tanggal 19 Maret bahwa persediaan minyak komersial naik 200.000 barel menajdi 311,8 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 14 Maret. Persediaan gasolin AS turun 3.5 juta barel menjadi 232,5 juta barel sedangkan persediaan bahan bakar distilasi turun 2,9 juta barel menjadi 113,5 juta barel. Persediaan propane dan propylene turun 300.000 barel menjadi 27,3 juta barel. Impor minyak mentah AS turun 1,1 juta bph menjadi 9,5 juta bph. Impor minyak untuk kilang AS turun sebesar 195.000 bph menjadi 14,4 juta bph dimana kilang beroperasi dengan kapasitas 83,8%. Produksi gasolin turun menjadi 8,7 juta bph dan produksi bahan bakar distilasi turun menjadi 3,8 juta bph.
+ Setelah mengalami penurunan US$ 4.27/barel, kontrak April US light sweet naik US$ 3.74/barel menjadi US$ 109.42/barel pada tanggal 18 Maret di NYMEX. Sedangkan untuk kontrak Mei juga naik US$ 4.27 menjadi US$ 108.50/barel.
+ Di pasar spot AS, minyak WTI Cushing, Oklahoma naik US$ 3.74 menjadi US$ 109.42/barel. Sedangkan heating oil juga naik 6.95 sen menjadi US$ 3.14/galon.
+ Di NYMEX, kontrak April gas alam naik tajam 31.4 sen menjadi US$ 9.41/MMbtu.
+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley turun 51 sen menjadi US$ 9.09/MMbtu.
+ Di bursa IPE London, kontrak Mei minyak Brent Laut Utara naik US$ 3.81 menjadi US$ 105.56/barel. Sedangkan kontrak April gas oil naik US$ 17.75 menjadi US$ 975.25/ton.
+ Minyak OPEC Basket-13 turun US$ 1.31 menjadi US$ 100.10/barel pada tanggal 18 Maret.