17 Maret 2008

RESUME BERITA INTERNASIONAL 17 MARET 2008

BP menaikkan harga Unleaded Petrol
Sumber : Fuelwatch Australia – 17 Maret 2008

Sejumlah SPBU milik BP di Australia Barat menaikkan harga jual BBM jenis unleaded petrol pada hari Senin ini, 17 Maret sebesar 12.4 sen/liter menjadi 147.9 sen/liter. Ini merupakan sinyal dimulainya siklus harga baru, hari Senin atau Minggu merupakan waktu yang tepat untuk mengisi bahan bakar. Pada hari Senin ini ada 220 SPBU yang menjual bahan bakar dibawah harga rata-rata metropolitan sebesar 136.5 sen/liter.

****

Harga Rata-rata Nasional BBM di AS
Sumber : AAA Fuel Gauge Report – 16 Maret 2008 (US$/galon)

+ Regular : 3.285
+ Mid : 3.488
+ Premium : 3.614
+ Diesel : 3.989
+ E85 : 2.730

Harga Tertinggi Tanggal 16 Maret 2008 :
+ Regular Unleaded : 3.285
+ Diesel : 3.989

****

Gang “Card Skimming” mengincar SPBU dan mesin tiket stasiun kereta api
Sumber : Telegraph.co.uk – 16 Maret 2008

Sekelompok gang yang menggunakan peralatan teknologi canggih dalam mencuri informasi kartu kredit warga saat membeli tiket di stasiun kereta api berhasil dihentikan.

Pernahkah Anda menjadi korban penipuan kartu kredit ?

Gang Rumania menggunakan kamera mini dan pembaca strip magnetik dalam mencatat nomor pin dan detil kartu kredit yang nantinya dipakai untuk membuat kartu kredit palsu.

Aksi penipuan ini kemungkinan berhasil meraup ratusan ribu pound. Saat penahanan Ion Tanese, 28 dan Ioan Filip 36 di Pengadilan Kerajaan Southwark, London, Hakim Andrew Goymer mengatakan bahwa operasi kejahatan ini disinyalir menimbulkan kerugian cukup besar bagi para pelancong pemilik kartu kredit. Kasus ini muncul secara cepat dan menjadi tren di seluruh gang Eropa Timur yang salah satu operasinya adalah mengincar ATM di bank lalu beralih ke mesin tiket di stasiun kereta api.

Kejahatan pemalsuan kartu kredit ini menimbulkan kerugian sebesar 144.3 juta pound yang dicuri dari rekening di Inggris, naik 46% dari jumlah hasil kejahatan yang sama tahun 2006. Sekitar 113 juta pound berasal dari penarikan di luar negeri.

Di suatu pagi bulan lalu di stasiun kereta api bawah tanah Paddington, London seorang petugas Polisi Transportasi Inggris melihat alat pembaca kartu elektronik yang disebut sebagai skimmer ditempelkan di slot kartu mesin tiket dan sebuah kamera mini dipasang diatas number pad. Beberapa jam sebelumnya kamera CCTV merekam 2 orang yang memasang alat double sided tape di mesin tiket, dan akhirnya orang itu diidentifikasi sebagai Tanese dan Filip. Orang-orang tidak sadar jika kartu kreditnya sedang dipalsukan namun saat Tanese dan Filip akan kembali untuk mengambil alat skimmer tersebut polisi lalu bergerak menangkap mereka.

Awal bulan ini, dua orang itu telah tertangkap tangan memiliki alat skimmer yang digunakan untuk pemalsuan. Tanese yang sebelumya telah dideportasi dari Inggris lalu dipenjarakan selama setahun dan Filip selama 6 bulan. Hakim tidak bisa memerintahkan deportasi mengingat Rumania telah masuk sebagai anggota Uni Eropa dan vonis hakim hanya dibawah 2 tahun.

Ilmuwan forensik tengah meneliti alat skimmer ini untuk melacak berapa banyak kartu kredit yang sudah dipalsukan. Ahli mengatakan rata-rata 850 pound berhasil dicuri untuk setiap kartu kredit yang dipalsukan.

Tahun lalu polisi menemukan 27 alat yang sama di mesin tiket stasiun kereta bawah tanah di London. Gang inipun mengincar mesin ATM di bank dan alat pembaca chip dan pin yang ada di supermarket serta SPBU. Catalin Sandulachi seorang warga Rumania berumur 25 tahun dipenjara November lalu setelah ia tertangkap tangan memasang alat skimmer di ATM stasiun bawah tanah Finchley Road. Tahun 2006, Shell memblokir pembayaran lewat chip and pin payment di 600 SPBU miliknya setelah sekitar 1 juta pound hilang dari rekening pelanggannya yang data kartu kreditnya dipalsukan.

RESUME BERITA NASIONAL 17 MARET 2008

MINYAK NAIK, BBM TAK NAIK SEPESERPUN
Sumber : Okezone – 15 Maret 2008

BANDUNG :
Harga minyak dunia yang semakin mahal hingga nyaris menggoncang APBN 2008, tak ayal membuat pemerintah kalang kabut. Dengan kondisi harga minyak yang menyentuh USD111, maka harga BBM bisa terancam kembali dinaikkan.

Namun hal tersebut dibantah secara tegas oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.

"Sampai detik ini belum ada opsi pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Bahkan tidak terpikirkan satu sen pun," ujar Paskah, saat temu Media 2008 Bappenas, di Hotel Mason Pine, Bandung, Jumat (14/3/2008) malam.

Paskah meyakinkan, tidak adanya kenaikan harga BBM karena tidak ada instruksi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Presiden tidak menginginkan adanya kenaikkan harga BBM. Kalau sudah bilang begitu ya kita tidak akan naikkan," tegasnya.

Untuk mencukupi subsidi minyak, maka pemerintah akan mencari jalan lain dengan memotong anggaran dengan prioritas kementerian/ lembaga (K/L) sekira 15 persen.

****

HARGA MINYAK USD111, SUBSIDI CAPAI RP300 T
Sumber : Okezone – 14 Maret 2008

JAKARTA :
Pemerintah mensinyalir total anggaran subsidi pada APBN-P 2008 akan mencapai Rp300 triliun. Demikian diungkapkan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, usai mengikuti rapat APBN-P 2008, di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (14/3/2008).

Penambahan subsidi itu dilakukan guna mengurangi beban masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, subsidi harus tetap diperhatikan, karena menyangkut kesejahteraan yang merupakan prioritas, "Artinya akan terjadi lagi kenaikan subsidi dari angka yang sekarang," ujarnya.

Pemerintah mengakui memang beban subsidi di 2008 sangat besar. Hal itu sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia. "Kita lihat subsidi-subsidi yang begitu besar pada tahun ini. Subsidi sedang diexercise. Kalau harga minyak USD110 per barel, subsidinya? Waduh bisa Rp300 triliun," keluhnya.

Pembiayaan subsidi akan melalui pemotongan anggaran kementerian/lembaga (K/L) nonprioritas, maksimal sebesar 15 persen.

"Prioritas nasional tidak bisa dikurangi karena itu menyangkut kesra seperti Departemen Pendidikan, Departemen Kesehatan, tapi kalau nonprioritas seperti bangun gedung itu bisa dipotong," paparnya.?


16 Maret 2008

RESUME BERITA INTERNASIONAL 16 MARET 2008

Pengendara di Maui khawatir harga BBM mencapai US$ 4/galon
Sumber : Associated Press – 16 Maret 2008

WAILUKU, Hawaii :
"Maui No Kai Oi" merupakan ungkapan Hawaii populer yang artinya Maui adalah yang terbaik. Mike Sweeney baru-baru ini pindah ke pulau pujaan ini dari Denver dan terhantam oleh sisi lain dari surga ini saat ia pergi ke SPBU : Maui juga nomor satu dalam hal harga BBM.

“Setelah melihat total harga bensin yang dibeli, saya tidak akan tersenyum lagi,” kata Sweeney saat memperhatikan jumlah uang yang tertera di pompa bensin Chevron yang lebih cepat berputar dibandingkan mesin slot. Pompa bensin itu berhenti pada harga US$ 97.20 dengan mengisikan bensin sebanyak 24.5 galon ke Chevrolet Avalanche miliknya. Dia sangat menginginkan tinggal di Maui dimana ia bisa bertemu lagi dengan teman-teman kulit hitamnya, juga membawa truk pick-upnya dari Colorado, namun ia sama sekali tidak terkesan dengan mesti membayar hampir US$ 4/galon untuk bensin jenis regular. Saat harga minyak mencapai US$ 110/barel, hampir semua warga AS harus membayar bahan bakar keperluannya sebesar US$ 4/galon. Di pulau tropis seperti Hawaii bahkan California SPBUnya sudah memasang harga BBM sebesar US$ 4/galon. Hal ini begitu menguras isi dompet penduduk maupun kalangan bisnis.

Maui menjadi area pertama di AS yang harga bahan bakarnya mencapai US$ 4/galon untuk jenis regular. Harga rata-rata bensin di Wailuku mencapai US$ 3.934/galon pada Kamis lalu dan menjadi yang tertinggi berdasarkan Daily Fuel Gauge Report yang dikeluarkan AAA. Di sejumlah SPBU harganya hampir US$ 4/galon. Di kota pesisir yang agak terpencil yaitu Hana, harga bensinnya mencapai US$ 4.40/galon.

“Mengherankan. Sangat mengherankan,” kata Janet Carones darii Wailuku. “Ini sangat mempengaruhi karena biaya hidup mahal, makanan pun mahal dan harga bensin membuatnya kian buruk,” katanya.

Berbeda dengan AAA, mungkin tidak ada seorangpun di Maui yang mencatat harga bensin sebaik Deok Lee, pemilik usaha taksi bandara. Ia memiliki catatan lengkap pengeluaran untuk bensin dalam bentuk spreadsheet Excel di laptopnya. Dalam 9 hari, Lee telah mengeluarkan US$ 300 untuk bahan bakar van Toyota Sienna miliknya. Seperti para sopirnya, makin banyak pengeluaran untuk bahan bakar maka makin sedikit keuntungan yang bisa dibawa pulang ke rumah. Pengeluarannya dibebani oleh jumlah hari dan galon BBM. “Gila,” ia berkata soal harga BBM. “Tidak masuk akal.”

Biaya bahan bakar telah naik 3 kali lipat sejak ia mengambil alih bisnis ini pada tahun 1999 dan hal ini memaksa dia untuk mempertimbangkan apakah harus menjual van miliknya yang biaya bahan bakarnya mencapai US$ 80 sekali mengisi.

“Meski demikian, hal ini harus tetap membuat pelanggan nyaman. Anda harus melakukan apa yang harus dilakukan,” ia berkata. Lee memperkirakan akan banyak pengemudi taksi yang terpaksa keluar dari pekerjaannya jika harga BBM terus naik. Chuck Gamarata, satu-satunya orang yang mengoperasikan taksi limosin di pulau itu terpaksa bekerja dengan jam lebih lama untuk mengkompensasi tingginya harga bensin. Ia masih bisa membawa keuntungan bersih kurang dari US$ 10 tiap harinya. “Anda mendapati hal itu dalam waktu setahun, nilainya ribuan dolar. Sangat buruk dan menyulitkan,” katanya.

Hawaii adalah negara bagian yang paling tergantung akan minyak di AS dimana 90% kebutuhan energinya berasal dari impor. Ekonomi negara bagian ini sangat sensitif terhadap harga minyak global karena begitu tergantung terhadap bisnis penerbangan dan kapal laut saat membawa turis dan seluruh barang kebutuhan dalam negerinya.

Marie Montgomery, juru bicara AAA Hawaii mengatakan bahwa warga pulau itu tidak begitu terganggu karena kenaikan harga BBM tidak secepat di negara bagian lain, misalnya California. Pada Kamis lalu, harga bahan bakar di California mencapai titik tertinggi yaitu : US$ 3.609 melewati harga Hawaii yang mencapai US$ 3.587. Saat yang sama harga rata-rata nasional tertinggi mencapai US$ 3.267.

****

Tingginya harga BBM mendorong warga lokal untuk mencuri
Sumber : Gas Buddy – 15 Maret 2008

Seberapa tinggi akan menanjak ? Harga bahan bakar yang tinggi mendorong pembeli BBM untuk mempraktekan cara tidak jujur dalam mengakali mesin dispenser SPBU.

Berdasarkan AAA, harga BBM jenis regular unleaded mencapai US$ 3.28 sedangkan diesel mencapai US$ 3.98/galon. Di tenggara Idaho harga rata-rata unleaded gasolin mencapai US$ 3.17/galon sedangkan diesel sekitar US$ 3.88/galon.

Stasiun TV lokal News 8 memberitakan bahwa dengan naiknya harga BBM ini menyebabkan sejumlah SPBU mengalami pencurian. Sejumlah pengelola SPBU mengatakan bahwa dengan naiknya harga BBM ini mereka harus menguras dompet lebih dalam maksudnya adalah pendapatan operasional mereka terus menurun dan bisa dipastikan telah terjadi pencurian di SPBU yang mereka kelola.

Pembeli melakukannya tiap hari baik disengaja ataupun tidak. SPBU di tenggara Idaho mengalami pencurian lebih sering dari biasanya. Manajer SPBU Maverick, Bryan Godfrey melaporkan telah terjadi pencurian 4 kali dalam seminggu ini di SPBUnya. Ia percaya bahwa orang mulai frustrasi saat harga BBM meroket dan mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Dikarenakan SPBU banyak memperoleh penghasilan dari toko serba, Godfrey mengatakan bahwa hanya dengan satu orang saja yang mengisi penuh kendaraannya lalu pergi tanpa membayar bisa membuat SPBUnya kehilangan keuntungan.

Sekitar dua tahun lalu, Pusat Travel Dad mengoperasikan SPBU pra bayar karena mereka sering menemukan pembeli yang mengisi bahan bakar lalu pergi tapa membayar. Pengelola SPBU Dad mengatakan bahwa mereka bisa menderita kerugian sebesar US$ 6.000 setiap tahun akibat pencurian bahan bakar. Dengan sistem ini mereka bisa memaksa pembeli untuk berlaku jujur.

RESUME BERITA INTERNASIONAL 15 MARET 2008

Kegagalan mencegah pajak BBM
Sumber : The Register-Guard – 14 Maret 2008

Para pemilik SPBU di Eugene tampaknya mengalami kegagalan dalam mencegah diberlakukannya pajak bahan bakar sebesar 2 sen/galon. Pemilik SPBU gagal mengajukan petisi referendum karena tidak cukup dalam mengumpulkan tandatangan pemilih terdaftar di kota Eugene dalam mencegah diberlakukannya pajak bahan bakar tersebut pada pemilihan tanggal 20 Mei nanti, kata Ketua Pemilihan Lane County, Annette Newingham. Jika pemilih menolak pajak 2 sen pada bulan Mei nanti maka kota ini akan kehilangan US$ 1.3 juta/tahun yang dialokasikan untuk perbaikan jalan dan trotoar. Dengan gagalnya petisi tersebut maka kota akan mendapat uang dari pengumpulan pajak tersebut pada 1 April nanti, kata Juru Bicara Departemen Pekerjaan Umum kota itu Erik Jones.

Upaya petisi yang didanai oleh para pemilik SPBU dan Oregon Petroleum Association memerlukan tandatangan sedikitnya 6.365 pemilih terdaftar agar petisi itu dinyatakan valid dan bisa diuji saat referendum. Namun hasil verifikasi Kantor Pemilihan Kabupaten Lane menyatakan bahwa petisi itu hanya berisi 5.914 tandatangan valid. Newingham menyatakan bahwa upaya petisi itu banyak berisi tandatangan yang buruk.

Berdasarkan peraturan negara bagian, pejabat pemilihan tidak akan memeriksa masing-masing tandatangan jika jumlahnya bisa mencapai 10.813 atau minimal 6.365 agar petisi itu bisa digulirkan menjadi referendum. Pejabat pemilihan bisa melakukan uji validitas tandatangan sebanyak 1.081 atau 1.082 dalam suatu petisi agar bisa dijalankan sebagai sebuah referendum. Dari total 1.198 tandatangan dari sampel itu dinyatakan tidak valid kata Newingham. Kebanyakan berisi tandatangan pemilih diskualifikasi karena tidak terdaftar di Oregon, kabupaten Lane atau Eugene, ia mengatakan. Newingham berkata bahwa ia tidak mengerti mengapa panitia pengumpul suara bisa mendapatkan begitu banyak tandatangan yang tidak valid. Hal ini tergantung dari bagaimana menginformasikan kepada pemberi tandatangan dan berapa banyak jumlah pertanyaan yang diajukan panitia pengumpul suara petisi kepada mereka, ia menambahkan.

Naiknya harga bahan bakar telah membawa sejumlah orang untuk menandatangani petisi yang seharusnya tidak mereka lakukan, ia mengatakan. “Harga bahan bakar telah membuat warga emosional. Bagaimana tidak ?” Newingham berkata. “Anda menemukan tandatangan di petisi itu berasal dari berbagai macam orang yang membeli bahan bakar di SPBU di Eugene namun tidak terdaftar untuk memilih baik di kota maupun di kabupaten.” Referendum merupakan pertempuran terakhir dalam perang antara pihak kota dengan Oregon Petroleum Association dalam menolak pajak bahan bakar lokal yang berlaku di seluruh wilayah negara bagian tersebut.

****

Harga BBM terus naik di Long Island pada hari kedua
Sumber : Newsday – 13 Maret 2008

Berdasarkan survei harian yang dilakukan oleh AAA terhadap SPBU, harga bahan bakar naik ke level baru dengan rata-rata mencapai US$ 3.352/galon untuk jenis regular. Untuk hari kedua harga bahan bakar gasolin mencapai titik tertinggi dan ada di Negara Bagian Long Island, hal itu didasarkan pada laporan AAA Daily Fuel Gauge Report yang mensurvei 60.000 SPBU di seluruh AS.
Unleaded Regular :
+ kemarin : US$ 3.352/galon
+ hari ini : US$ 3.360/galon

Harga premium naik dari US$ 3.662/galon menjadi US$ 3.671/galon. Sehingga harga diesel naik dari US$ 4.137 menjadi US$ 4.189/galon. Setahun yang lalu di Long Island harga regular mencapai US$ 2.734 dan premium US$ 2.987/galon. Sedangkan diesel US$ 2.198/galon.

Harga minyak setahun lalu US$ 62/barel sekarang mencapai US$ 109/barel.

Keadaan makin memburuk. Berdasarkan AAA, harga gasolin/galon di Negara Bagian New York jauh lebih mahal dibandingkan yang termahal di seluruh wilayah AS.

Harga regular unleaded/galon untuk California mencapai US$ 3.609; Hawaii US$ 3.587; Washington US$ 3.510; Oregon US$ 3.438; Alaska US$ 3.428; West Virginia US$ 3.393; Ohio US$ 3.374.

Berita buruk bukan hanya untuk pemilik kendaraan tetapi juga pemilik rumah. Karena pemilik rumah menggunakan heating oil untuk penghangat ruangan maka survei pada Senin lalu di Long Island menyatakan bahwa harga bahan bakar tersebut mencapai US$ 3.837/galon atau naik US$ 1.16 dari tahun lalu.

RESUME BERITA NASIONAL 16 MARET 2008

BBM INDUSTRI NAIK BERUJUNG PHK?
Sumber : Liputan6 – 15 Maret 2008

Jakarta:
Kenaikan harga bahan bakar minyak industri, akhir-akhir ini, bakal memaksa para pengusaha untuk menaikkan harga hasil produksi mereka 10 hingga 20 persen. Namun langkah ini bukan tanpa resiko. Sebab menaikkan harga jual akan mengancam produksi luar negeri masuk dengan harga yang jauh lebih murah.

Tengok saja barang produksi luar negeri seperti asal Cina yang harganya sangat bersaing dengan produk dalam negeri. Pakaian misalnya, harga jadi murah karena seluruh komponen penunjang seperti kancing dan benang diproduksi sendiri. Lain halnya dengan pakaian produksi lokal yang harus mengimpornya.

Kemungkinan lain yang akan diambil pengusaha untuk memangkas biaya produksi adalah melangsingkan perusahaan. Pemecatan. Ini artinya, pengangguran di negeri ini akan semakin banyak jika harga-harga kebutuhan pokok terus melonjak.


****

SEBUAH MOBIL TERBAKAR SAAT MENGISI BAHAN BAKAR
Sumber : Liputan6 – 15 Maret 2008

Magetan:
Sebuah mobil jenis kijang terbakar saat mengisi bensin di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalan Wolter Monginsidi, Magetan, Jawa Timur, Jumat (14/3). Akibatnya, Dio Alif, seorang bocah berusia delapan tahun yang sempat terkurung di dalam mobil yang dikendarai ayahnya mengalami luka bakar. Selain membakar mobil, api juga menghanguskan sebagian pom bensin. Hingga kini tidak diketahui penyebab peristiwa tersebut mengingat prosedur standar saat mengisi bahan bakar telah dilaksanakan, yaitu mesin mobil dalam keadaan mati.


****

POLRES INDRAMAYU MEMBONGKAR SINDIKAT PENIMBUN BBM BERSUBSIDI
Sumber : Metro TV – 15 Maret 2008


Indramayu:
Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat, Jum'at (14/3), membongkar sidikat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ilegal di Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat. BBM bersubsidi tersebut disita polisi dalam penggrebegan di sebuah rumah milik Johari.

Polisi mendapati tiga ton BBM jenis solar yang ditampung di dalam belasan drum ukuran 200 liter. Di lokasi ini polisi juga menemukan 30 jerigen minyak tanah. BBM bersudsidi ini akan dijual kepada masyarakat petani dengan harga nonsubsidi pemerintah. BBM sebanyak tiga ton tersebut diambil dari tangki pengangkut BBM yang melintas di jalur pantura.

Kepala Polres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Syamsudin Janieb mengatakan, polisi masih mengejar sejumlah pelaku yang diduga merupakan sindikat penimbunan BBM subsidi ilegal.


15 Maret 2008

MELEMAHNYA DOLLAR MENDORONG NAIKNYA HARGA MINYAK

Sumber : OGJ – 14 Maret 2008

+ Saat trader berupaya menahan agar dollar tidak turun lebih jauh, harga berjangka minyak naik ke level baru di pasar New York maupun London.
+ Sepertinya satu-satunya fundamental yang relevan bagi trader saat adalah melemahnya dollar. “Para analis teknikal tampaknya menjadi orang yang jenius saat ini, namun kami masih berharap harga minyak dan gas akan kembali ke kondisi semula dalam jangka pendek ini,” begitu diungkapkan oleh analis di Raymond James.
+ Berikut sejumlah analisis Adam Sieminski, ekonom energi senior Deutsche Bank, New York dan Michael Lewis, kepala riset komoditi global sebuah bank di London :
1. Harga minyak telah mencapai titik tertinggi akibat deflasi harga produsen AS. Namun harga minyak bisa mencapai US$ 118/barel untuk melebihi tingkat deflasi harga konsumen AS.
2. Berdasarkan pendapatan per kapita, harga minyak bisa mencapai US$ 134/barel jika mengikuti daya beli konsumen negara-negara maju G-7 (Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS).
3. Harga minyak WTI bisa mencapai US$ 150/barel sebagai bagian dari Produk Domestik Bruto global jika dibandingkan dengan harga tertinggi pada tahun 1980.
4. Harga minyak bisa mencapai US$ 145/barel untuk menambah pengeluaran energi sebagai bagian dari disposable income AS di awal 1980an.
+ Di NYMEX tanggal 13 Maret, harga kontrak April minyak US light sweet mencapai US$ 111/barel namun kemudian ditutup pada posisi US$ 110.33/barel. Untuk kontrak Mei naik 60 sen menjadi US$ 109.17/barel.
+ Di pasar spot AS, minyak WTI harganya naik 40 sen menjadi US$ 110.33/barel.
+ Di NYMEX, harga heating oil April naik 10.04 sen menjadi US$ 3.12/galon.
+ Masih di bursa yang sama, kontrak gas alam April naik 21.9 sen menjadi US$ 10.32/MMbtu.
+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley naik 8.5 sen menjadi US$ 9.79/MMbtu.
+ Di bursa IPE London, kontrak April minyak Brent Laut Utara naik US$ 1.27 menjadi US$ 107.54/barel. Sedangkan gas oil kontrak April naik tajam US$ 20.75 menjadi US$ 977.75/ton.
+ Minyak OPEC Basket-13 naik US$ 1.01 menjadi US$ 102.39/barel tanggal 13 Maret.

RESUME BERITA NASIONAL 15 MARET 2008

PERTAMAX DAN BBM INDUSTRI NAIK LAGI
Sumber : Liputan6 – 15 Maret 2008

Jakarta:
Pemerintah kembali menaikkan harga pertamax dan bahan bakar untuk industri mulai Sabtu (15/3) dini hari, untuk menyesuaikan dengan harga minyak mentah dunia yang telah dulu naik. Kenaikan ini juga dikarenakan harga patokan minyak di pasar Singapura yang naik satu sampai enam persen.

Pertamax naik dari Rp 7.850 menjadi Rp 8.000 per liter. Premium industri naik dari Rp 6.377 menjadi Rp 6.964 per liter, minyak diesel dari Rp 7.145 menjadi Rp 7.458 per liter, dan solar industri dari Rp 7.435 menjadi Rp 7.780 per liter.

Pertamina akan menyesuaikan harga pertamax dan BBM industri tiap 15 hari sekali berdasarkan harga di pasar Singapura yang mengikuti harga minyak mentah dunia. Saat ini harga minyak mentah di pasar dunia nyaris menembus level US$ 110 per barel

****

PENYELUDUPAN BELASAN TON BBM KE TIMOR LESTE DIGAGALKAN
Sumber : Metro TV - 14 Maret 2008

Bulukumba:
Polisi menggagalkan penyelundupan 15 ton minyak tanah bersubsidi ke Timor Leste. Minyak tanah itu ditemukan di dalam drum dan jeriken di Pelabuhan Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Polisi yang telah lama mencium modus penyelundupan ini. Wilayah Bulukumba memang dianggap strategis untuk melakukan penyelundupan barang, terutama BBM.

Saat digerebek, para penyelundup berupaya melarikan diri hingga 15 mil ke tengah laut. Namun, akhirnya mereka tertangkap. Polisi juga menangkap kapal lain yang juga memuat belasan ton BBM untuk diselundupkan ke pulau lain.

14 Maret 2008

RESUME BERITA INTERNASIONAL 14 MARET 2008

SPBU kembali membuat ulah
Sumber : Baltimore Sun – 13 Maret 2008

Legisatif negara bagian Maryland tengah mempertimbangkan mengeluarkan undang-undang pelarangan harga bahan bakar berdasarkan zona (zone pricing). Dengan undang-undang ini para wholesaler bahan bakar boleh membebankan harga yang lebih tinggi kepada sejumlah SPBU dibandingkan SPBU yang lain. Tentu saja para retailer atau pemilik SPBU menolak praktek semacam ini dan legislatif khawatir jika praktek ini adalah tidak adil. Namun jika legislatif melakukan voting melarang praktek zone pricing ini maka konsumen tidak akan membayar bahan bakar dengan harga tinggi karena SPBU harga murah tidak diperbolehkan membebani konsumen dengan harga yang lebih mahal.

Wholesaler membebankan biaya yang tinggi kepada SPBU harga mahal karena mereka menjualnya kepada konsumen dengan harga yang mahal pula. Seperti umunya pengusaha, retailer/SPBU harga mahal hanya menghadapi sedikit pesaing dan jarak dengan SPBU harga murah cukup jauh sehingga jika mereka menaikkan harga jual BBMnya maka keuntungannya akan semakin besar.

Wholesaler telah lama menemukan praktek retailer semacam ini dan mempraktekan zone pricing sehingga mereka bisa sedikit merealisasikan tindakannya. Namun yang mengherankan adalah bahwa zone pricing tidak menaikkan harga bahan bakar bagi konsumen karena retailer telah membebankan biaya sesuai kemampuan pasar. Sebagai gantinya, retailer diharuskan membagi kelebihan keuntungan dengan wholesaler. Tentu saja para retailer menginginkan kota Annapolis tidak mengeluarkan undang-undang zone pricing ini sehingga mereka bisa tetap mendapatkan keuntungan lebih.

Mengapa kota Annapolis seharusnya tidak mengabulkan permohonan retailer ini ? Jika SPBU harga mahal membebankan harga yang sama dengan atau tanpa zone pricing, apakah keuntungan lebih akan tetap berada di tangan pengusaha retailer lokal ataukah beralih kepada wholesaler ? Untuk menjawab pertanyaan ini, pertimbangkan apa yang akan terjadi jika undang-undang itu dikeluarkan dan wholesaler disyaratkan memberlakukan harga yang sama diseluruh wilayah suatu negara bagian (semacam Harga Eceran Tertinggi Negara Bagian yang diberikan wholesaler kepada retailer).

Saat ini wholesaler membebankan biaya yang lebih tinggi kepada sejumlah SPBU namun biaya yang lebih rendah kepada SPBU lain terutama SPBU di area yang penuh persaingan dengan margin keuntungan kecil. Wholesaler melakukan hal ini karena jika mereka membebankan biaya yang tinggi maka keuntungan retailer/SPBU yang memang sudah kecil akan hilang dan harga jual BBM kepada konsumen tidak akan mampu menutup biaya SPBU. Sehingga wholesaler membebankan harga yang rendah agar SPBU bisa tetap menjalankan usahanya dan mendapat keuntungan yang wajar.

Jika wholesaler memberlakukan satu harga yang sama di seluruh wilayah negara bagian maka pastinya mereka akan menetapkan harga yang tinggi dari harga rendah yang berlaku sekarang karena mereka harus memperoleh pendapatan dari keuntungan lebih yang dihasilkan SPBU harga mahal juga menutup biaya dari SPBU yang keuntungannya kecil. Adalah masuk akal jika wholesaler saat ini membebankan harga yang tinggi kepada sejumlah SPBU dan harga rendah untuk SPBU yang lain atau dengan pilihan lain adalah dengan membebankan satu harga namun bisa memfasilitasi perbedaan harga jual di dua jenis SPBU tersebut. Karena biaya wholesale akan terus naik maka SPBU harga murah harus menaikkan harga jual BBMnya akan sesuai dengan undang-undang.

Mungkin ini adalah adil jika konsumen sebagai sebuah kelompok akan membayar lebih mahal untuk bahan bakar namun sejumlah pemilik SPBU tetap mendapat keuntungan lebih. Namun sebelum konsumen membeli harga bahan bakar yang lebih mahal, perlu diketahui bahwa legislatif negara bagian Maryland telah memberi benefit kepada retailer bahan bakar sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan.

****

Bersusah payah mendapatkan harga bahan bakar US$ 3.11/galon
Sumber : Courier Press – 13 Maret 2008

Pengendara mengantre untuk mendapatkan bahan bakar murah di SPBU Swifty di Green River Road dan Theatre Drive di Evansville setelah harga BBM di 3 Negara Bagian (Indiana, Michigan, Illinois) naik lebih dari 20 sen per galon pada Rabu lalu. Pengelola SPBU Swifty juga mulai menaikkan harga saat pengendara berebut menginginkan harga US$ 3.11/galon.

Orang tersibuk di Evansville pada Rabu lalu pastinya adalah Antonio Wright, pengunjung pertama SPBU Swifty berusaha mengisi tanki kendaraannya secara terburu-buru untuk mendapatkan harga US$ 3.11/galon sebelum munculnya antrean. “Diperlukan koordinasi dan waktu yang tepat atau kau bisa mendapat kesulitan,” kata pria yang berumur 34 tahun ini.

****

Harga bahan bakar di Miami Valley mencapai level tertinggi
Sumber : WHIO TV – 13 Maret 2008

Dayton, Ohio :
Harga bahan bakar mencapai record tertinggi hari Selasa lalu di Miami Valley dan di seluruh AS. Kebanyakan orang melihat kenaikan ini di jalan menuju tempat aktifitasnya pada Selasa pagi dan mereka merasa ini adalah sebuah hambatan finansial. Hari Selasa harga minyak mencapai US$ 109/barel namun bulan Januari lalu hanya mencapai US$ 87/barel.

Sejumlah analis mengatakan bahwa naiknya harga minyak diperkirakan akan mendorong harga bahan bakar terus naik dalam hari-hari ke depan. Salah seorang pengendara motor berkata, “Adalah luar biasa saat harga bahan bakar bisa naik hingga 20 sen. Tampaknya bisa mencapai harga US$ 4/galon dalam bulan-bulan ke depan.”

Juru bicara gaspricewatch.com mengatakan bahwa harga bahan bakar di Indiana, Michigan, dan Illinois mencapai US$ 3.45/galon pada akhir Selasa lalu. Gedung Putih mengatakan bahwa kenaikan harga minyak yang tajam tidak akan terjadi dalam semalam dan ini menjadi sesuatu yang harus ditangani. Saat ini mengisi bahan bakar di SPBU BP, Shell, Mobile atau Speedway begitu menguras isi dompet. Menurut sejumlah analis lokal, harga bahan bakar per galon akan terus naik.